Home Bisnis Pasar Ritel Lesu, Laba Indomaret Terjun Bebas Hingga 71 Persen

Pasar Ritel Lesu, Laba Indomaret Terjun Bebas Hingga 71 Persen

2179
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta )– Pasar ritel menegalami kelesuan itu bukan isapan jempol. Setelah gerai 7-eleven tutup, kini PT Indoritel Makmur Internasional, pemilik waralaba minimarket Indomaret, melaporkan pencapaian laba bersih semester I-2017 hanya sebesar Rp 30,5 miliar atau anjlok 71,03% dibandingkan periode sama tahun 2016 yang sebesar Rp 105,5 miliar.

Seperti dilansir detik.com, Direktur Pemasaran PT Indomarco Pristama (Indomaret) Wiwiek Yusuf mengatakan dari data yang ada, memang kondisi daya beli nasional sedang lesu.

“Tapi masing-masing sektor, terutama sektor mini market, kita punya keunggulan tersendiri, kita dekat dengan konsumen, jadi kita masih bisa tumbuh,” kata dia, Selasa (1/8/2017).

“Keunggulan lain minimarket, kita cenderung lebih praktis, pilihan produknya itu relatif tidak terlalu banyak, jadi lebih fokus apa yang dibutuhkan konsumen. Jadi lebih survive di tengah kelesuan,mini market lebih survive,” tambahnya.

Namun Wiwiek enggan berkomentar soal perolehan laba induk Indomaret yang terpangkas hingga 70%, dengan dalih bahwa perusahaannya belum menjadi perusahaan terbuka, berbeda dengan induknya.

“Kalau itu saya enggak bisa ngomong, kita bukan perusahaan terbuka,” imbuhnya.

Meski laba bersih Indoritel merosot tajam, pos pendapatan perseroan pada semester 1/2017 meningkat 145,2% dari Rp 9,19 miliar menjadi Rp 22,5 miliar pada periode sama 2016. Namun di bagian laba entitas asosiasi menurun dari Rp 122,9 miliar menjadi Rp 52,8 miliar.

baca : Hypermart Mulai Melakukan PHK Besar-besaran Di Seluruh Gerai

Beban penjualan juga meningkat dari Rp 4,58 miliar menjadi Rp 17,8 miliar. Beban umum dan administrasi juga meningkat dari Rp 21,86 miliar menjadi Rp 32,1 miliar. Sehingga laba usaha perseroan merosot jauh dari Rp 105,8 miliar menjadi Rp 22,7 miliar.

Posisi total aset perseroan hingga akhir Juni 2017 sebesar Rp 8,47 triliun. Angka itu naik tipis dibanding posisi aset di akhir tahun 2016 sebesar Rp 8,33 triliun. Sementara total liabilitas meningkat dari Rp 105,68 miliar menjadi Rp 243,13 miliar.

Sebelumnya, PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) juga mengumumkan mengalami kemerosotan kinerja. Perusahaan yang memproduksi Sari Roti itu mengalami penurunan laba siginifikan yakni sebesar 67% karena banyak rotinya tidak laku. Terbukti retur penjualan meningkat.

Seperti diketahui, usai aksi 212, Indomaret dan Sari Roti menjadi perusahaan yang mendapat sentimen negatif dari umat Islam. Indomaret karena dianggap punya etnis tertentu dan Sari Roti karena kebijakan mereka yang menolak aksi 212. Pasca aksi tersebut, umat Islam bersemangat mendirikan minimarket 212 di berbagai daerah dan mengampanyekan kembali belanja di warung tetangga. ( swamedium )

Bagikan artikel ini :