Home Nasional SAS Dukung Prabowo Capres Bukan Manipulasi Tapi Fakta Sejarah

SAS Dukung Prabowo Capres Bukan Manipulasi Tapi Fakta Sejarah

111
0
Bagikan artikel ini :

 

Selasa (21 Agustus 2018)

Globalnews.co.id, Jakarta- Pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said aqil Siradj (SAS) pada Pemilu 2014 bahwa dirinya mendukung penuh Prabowo Subianto sebagai Capres sudah menjadi catatan sejarah yang tak mungkin terhapus.

Karena itu sungguh aneh apabila pendukung SAS kini berusaha menyangkal Statemen SAS pada tahun 2014 tersebut. Apalagi kalau sampai mengeluarkan Press Release sebuah komunitas.

Karena pernyataan SAS itu adalah fakta dan dimuat di seluruh channel televisi nasional termasuk media online ternama semacam Kompas, Detik, Republika dan lain-lain juga memberitakannya. Bahkan kalau mau dicari rekaman videonya juga saat ini pun mudah dicari di Youtube.

Maka itu di tahun 2018 ini apabila masyarakat kemudian menduga atau mengait-ngaitkan bahwa SAS akan mendukung Prabowo kembali pada Pipres 2019 ini, hal itu tentu bukan hal aneh karena SAS memang mendukung Prabowo pada Pemilu 2014 lalu.

Sebagai berikut kami kutip kembali pemberitaan dukungan SAS kepada Prabowo dari laman Kompas.com

https://nasional.kompas.com/read/2014/05/16/0911536/Said.Aqil.Dukung.Prabowo

Said Aqil Dukung Prabowo
Jumat, 16 Mei 2014 | 09:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengaku secara pribadi dirinya mendukung pencalonan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai presiden. Namun, ia menegaskan bahwa warga NU bebas memilih siapa pun calon pemimpinnya.

“Warga NU bebas memilih siapa saja sebagai capres, tapi secara pribadi saya mendukung Prabowo Subianto sebagai capres yang akan bertarung nanti,” ujar Said dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dikutip Antara.

Menurut dia, Prabowo mempunyai sikap tegas, berani, dan berwibawa untuk memajukan dan membangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

“Prabowo adalah sosok pemimpin tegas yang memikirkan rakyat kecil, antara lain petani, buruh, nelayan, dan sebagainya,” ujar dia.

Indonesia, kata dia, juga harus berdaulat secara ekonomi, politik, serta budaya. Jadi bukan hanya secara geografis.

“Jangan sampai bangsa Indonesia dikangkangi oleh para investor. Karena itu, Indonesia butuh pemimpin yang berani sehingga dapat berdaulat secara ekonomi,” kata Said.

Selain itu, lanjutnya, siapa pun pemimpin yang terpilih kelak harus selektif dan tidak boros dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“APBN digunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia dan pilpres harus berjalan secara damai karena itu bagian dari proses demokrasi,” ujar dia.

Pencapresan Prabowo rencananya akan didukung oleh PAN, PPP, dan PKS. Gerindra belum memutuskan siapa bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo. Hanya saja, PAN mengusulkan Hatta Rajasa sebagai cawapres bagi Prabowo. Hatta juga sudah mengundurkan diri sebagai Menteri Koordinator Perekonomian.

Bagikan artikel ini :