Home Daerah Dewan Pakar ICMI Pusat: Alhamdulillah Jakarta Dipimpin Orang Sholeh dan Rendah Hati

Dewan Pakar ICMI Pusat: Alhamdulillah Jakarta Dipimpin Orang Sholeh dan Rendah Hati

353
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id (Jakarta) – Baru tiga pekan Anies Sandi memimpin Jakarta, Ibukota negara Muslim terbesar di dunia, tapi sudah banyak kebijakan yang pro umat antara lain: tegas hentikan reklamasi; mengembalikan hak-hak warga yang digusur; mengizinkan lagi penyembelihan hewan korban tiap Idul adha di sekolah-sekolah, gelar pawai takbir malam Id, bahkan adzan sholat fardhu harus terdengar seantero balai kota DKI Jakarta. Semua kebijakan tersebut sangat kontras dengan kebijakan era Jokowi-Ahok dan juga era Ahok-Djarot. Redaksi telah minta tanggapan hal ini pada Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Digdoyo,

“Alhamdulillah jika begitu, itu berarti Anies- Sandi orang sholeh, faqih agamanya juga tanda mereka pancasilais tanpa harus berteriak-teriak saya pancasila saya Indonesia dan sebagainya,” ucap Anton

Menurutnya, Anies-Sandi tahu strategi bagaimana mengelola umat atau rakyat. Dalam ilmu komunikasi ada teori tangkaplah kuda dengan kuda atau tangkaplah merpati dengan merpati. Sebinal apa kuda atau merpati pasti akan mendekat. Tau adat tau budaya tau akidah rakyat. Bukan sok kuasa. Dumeh dalam filosofi jawa. Itu yang dilakukan era sebelumnya, tidak efektif bahkan gagal total. “Dikira masih jaman batu rakyat bisa ditakut-takuti dengan kekuasaan?,” kata Anton.

Anton menambahkan, Perpu ormas yang jadi UU itupun satu gaya ingin nakut-nakuti rakyat dengan kekuasaannya. Lihat penentangan rakyat menggelora. Rakyat sudah tak bisa ditakut-takuti.

“Yang dilakukan Anies-Sandi sejuk lembut menyapa hati rakyat, mereka insyaallah pemimpin rendah hati, hormat pada yang lebih tua, sayang pada yang lebih muda,” kata Anton.

“Contohnya mas Anies sebelum nyagub kirim surat ke saya mohon doa , Itu tanda beliau bukan hanya sholeh tapi juga faqih (faham agama) karena sama-sama aktif di KAHMI dan ICMI, saya senior dari beliau,” lanjut Anton.

Anton juga melanjutkan, Ibukota negara Muslim terbesar di dunia, juga NKRI ini butuh pemimpin yang faqih sholeh rendah hati. Gaya sok kuasa juga tidak tepat pada proyek reklamasi. Jika rezim ini akan lanjutkan reklamasi dari segi apapun tak penuhi syarat.

“Juga perpu ormas, dari tiga yang disyaratkan UUD45 tak satu pun terpenuhi, jika dipaksakan semua ini akan fatal bahkan bisa menumbangkan penguasa dengan sangat mengenaskan, ” tegas Anton Digdoyo yang merupakan mantan Jendral Polri tersebut. (Red)

Bagikan artikel ini :