Home Bisnis Gempartak Menjadi Wadah Peningkatan Perekonomian Kerakyatan

Gempartak Menjadi Wadah Peningkatan Perekonomian Kerakyatan

474
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id (Ternate) – Silaturahmi Dewan Pimpinan Wilayah GEMPARTAK Gerakan Ekonomi Kerakyatan (Community Economic Movement) Provinsi Maluku Utara dilaksanakan pada hari Sabtu (7/10/2017), sekira pukul 20.00 Wita, di Bukit Pelangi jalan Jeruk, Kecamatan Ternate Selatan, Provinsi Malut.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina Wadansat Brimob Polda Maluku Utara Akbp Jafar Sodik, Ketua Gempartak MT Arsyad, Sekertaris Jenderal Halis Ahmad, Bendahara Gamaria Iskandar Alam, dan dibuka oleh Ketua Panitia Junaedi Arasyid yang dihadiri Praktisi Perikanan dan para tamu undangan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menyampaikan kepada warga terkait keputusan pengukuhan Gempartak Provinsi Maluku Utara periode 2017 – 2021.

“Melalui pertemuan ini kami umumkan surat keputusan badan pengurus Gempartak” urai Ketua Panitia Junaedi Arasyid yang merupakan Ketua Setwil Forum Pers Independen Indonesia (FPII) dan sekaligus Wakil Ketua Gempartak.

Gempartak dibentuk untuk meningkatkan ekonomi masyarakat golongan ekonomi kebawah. “Gerakan ini diharapkan bisa mencakup semua warga golongan ekonomi menengah kebawah yang akan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah” ujar Ketua Umum Gempartak MT Arsyad.

Hal senada disampaikan Sekertaris Jenderal Gempartak Halis Ahmad yang punya pengalaman organisasi baik didalam maupun diluar negeri. “Kita tak bisa tinggal diam jika melihat struktur Organisasi Gempartak yang orang-orangnya bertalenta. Bagaimana kita mewujudkan 8 Nawacita Pemerintah. Bagaimana semua potensi yang ada ditengah masyarakat kita buatkan program agar berjalan dengan membuat Masterplan” papar Sekjen Halis Ahmad.

Dirinya juga menyampaikan agar tidak membangun konflik namun memberikan saran untuk dijadikan bahan masukan agar Gempartak menjadi wadah yang bermanfaat bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah.

Sementara itu Bendahara Gempartak Gamaria Iskandar Alam dalam kesempatan tersebut menyampaikan jika dirinya baru saja bergabung tiga minggu. “Saya tertarik karena tujuannya nggak muluk-muluk dan sederhana. Apalagi Pemerintah menyorot UKM ditambah lagi semua usaha kecil tidak punya legalitas. Jadi akses ke Bank agak sulit untuk mereka yang mempunyai tingkat ekonomi menengah kebawah. Jadi disini semoga saya amanah dengan jabatan saya untuk sama-sama membangun Organisasi Gempartak agar tingkat perekonomian masyarakat menengah kebawah semakin meningkat kesejahteraannya. Sebab ini saya anggap gerakan kemanusiaan” tutur Bendahara Gempartak Gamaria Iskandar Alam.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan sesi tanya jawab antara warga dan tamu undangan yang hadir.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu menggelar rapat terbatas mengenai evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Maluku Utara. Jokowi menghendaki, Provinsi Maluku Utara memiliki produk unggulan sehingga bisa mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.
Contohnya, Jokowi mengatakan, bisa dioptimalkan sumber daya sektor kelautan, perikanan maupun industri pengolahannya. Ini didukung juga dengan Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara di 2016 sebesar 5,7%.

Pemerintah juga akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai. Di mana, perlu dukungan pembangunan infrastruktur pelabuhan, pembangkit listrik, penyimpan logistik, cold storage, hingga pelatihan vokasional untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan berkarakter.

USAID-SEA mencatat, 69% luasan Malut atau 145.819 km2 adalah perairan dengan 3.104 km garis pantai. Stok ikan mencapai 1.035.230 ton per tahun dengan produksi 51.000 ton per tahun pada 2011.

Selain mengelola hasil laut melalui kelompok-kelompok nelayan dan petani, Gempartak juga akan melakukan kerjasama baik dari pihak Pemerintah maupun Swasta untuk bersama-sama menggali potensi masyarakat ekonomi menengah kebawah. (Sla)

Bagikan artikel ini :