Home Hukum & Kriminal Dewan Pakar ICMI Pusat: Pola Pikir Anggota UKPPIP Atheis Boleh di Indonesia,...

Dewan Pakar ICMI Pusat: Pola Pikir Anggota UKPPIP Atheis Boleh di Indonesia, Sesat dan Berbahaya

913
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id (Jakarta) – Banyak beredar di media sosial, salah satu anggota Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP) yang dibentuk beberapa bulan yang lalu, Anas Saidi, buat pernyataan bahwa warga negara Indonesia boleh atheis (tak berTuhan), boleh apa saja asal tidak ganggu orang lain dan lingkungannya, Tuhanpun tidak maksa hambaNya untuk beragama.

Redaksi telah minta tanggapan hal ini pada Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Digdoyo yang juga Ketua Penanggulangan Penodaan Agama tersebut, Kamis (14/9/2017).

Menurut Anton, pernyataan anggota UKPPIP tersebut, wujud pola pikir/pemahaman sesat dan berbahaya bagi bangsa Indonesia bahkan umat manusia. Itu faham liberalisme yang sangat bertentangan dengan pancasila.

Lanjutnya, Liberalisme adalah kebebasan individu mutlak tak boleh dibatasi oleh apapun seperti yang dianut negara-negara liberal yang kini limbung merana dalam kehampaan jiwa. Mereka legalkan nikah dengan robot, bahkan nikah dengan sejenis yang sangat terlarang di semua agama. Kebebasan individu mutlak tiap warga negara boleh memiliki senjata api membuat mereka bingung dengan berbagai kasus pembunuhan massal yang terus meningkat.

Anton mengatakan Indonesia dengan pancasila dan UUD 1945 meminimase hal-hal negatif dan berbahaya dampak dari faham liberal tersebut, Bangsa Indonesia wajib beragama dan menjadikan agama sebagai panduan kehidupan individu, keluarga, sosial masyarakat, bangsa dan bernegara.

Lanjutnya, The founding fathers bangsa Indonesia tegas meletakkan KeTuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar negara (UUD 1945 pasal 29/1). Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Sangat tegas memandu segala aspek kehidupan bangsa Indonesia dan warga negara Indonesia wajib beragama dengan agama-agama yang telah ditentukan the founding fathers tersebut tersebut, karena itu PKI dilarang di Indonesia (KUHP pasal 107 a s/d f)

Anton juga mengatakan bahwa oknum UKPPIP tersebut gagal memahami ayat *”Tidak ada paksaan dalam agama”*. Itu hak Allah SWT, tapi Allah SWT telah siapkan hukumannya kelak jadi penghuni neraka. Di dunia negara berhak mengatur agar tertib aman damai maka bangsa Indonesia wajib beragama
dan the founding fathers tegaskan bahwa “NKRI bukan negara sekuler tapi negara beragama”. “Ini juga pernah saya buktikan dengan memidanakan orang yang bilang “tidak beragama”,” tegas mantan Jendral Polri tersebut.

“Pola pikir anggota UKPPIP itu jika dibiarkan akan menghancurkan NKRI,” kata Anton. Muaranya bukan hanya PKI hidup lagi, tapi segala aliran kebebasan akan hidup di Indonesia yang sangat bertentangan dengan pancasila UUD 1945 dan Fatwa Ulama (Fatwa Ulama 28 Juli 2005), lanjutnya.

“Pola pikir anggota UKPPIP inilah yang akan menghancurkan Indonesia,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini :