Home Daerah Untuk Rohingya, Petani Blora Semangat Siapkan Beras Kapal Kemanusiaan

Untuk Rohingya, Petani Blora Semangat Siapkan Beras Kapal Kemanusiaan

327
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id (Blora) – Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Blora, kembali memasuki masa panen. September ini adalah masa panen ketiga. Ahad (9/9/2017), puluhan hektar sawah Desa Jipang dipenuhi petani-petani yang sudah mulai memanen sejak pagi hari. Bagi mereka, Minggu bukanlah hari libur ketika masa panen tiba.

Dengan lincahnya, tangan para petani memarit padi untuk selanjutnya dikumpulkan dalam satu wadah besar. Padi-padi yang telah dikumpulkan lantas dimasukkan ke dalam suatu mesin pengolah untuk dipisahkan antara padi dan tangkainya. Secara telaten tumpukan padi itu diayak dan dimasukkan ke dalam karung besar. Setelah semua terkumpul, tumpukan-tumpukan padi itu langsung diangkut truk menuju Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Desa Jipang.

Di lumbung pangan kebanggaan warga Desa Jipang inilah, berton-ton gabah kering digiling menjadi butiran-butiran beras berkualitas. Kesibukan yang sama juga terlihat di area bangunan yang menjadi menjadi pilot project Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap tersebut.

Ini bukan sekadar hiruk pikuk menyambut masa panen ketiga dalam setahun terakhir. Ini tentang ikhtiar besar masyarakat Indonesia untuk membantu saudara-saudara Rohingya yang tengah diterpa krisis kemanusiaan.

Bertepatan dengan masa panen ketiga ini, warga Jipang bekerja keras untuk menyediakan beras lokal untuk disalurkan kepada para pengungsi Rohingya. Beras-beras terbaik Jipang akan dilayarkan oleh Kapal Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap menuju Bangladesh.

Aryanto, salah satu pengelola LPM menyebutkan, saat ini setidaknya sudah 1400 ton atau 2800 karung beras terkumpul di LPM. Jumlah tersebut merupakan hasil panen yang telah diolah sejak sepekan silam.

“Tanggal 4 September lalu, kita mulai mengolah hasil panen. Ada sekitar 20 petani yang terlibat dalam penyediaan beras untuk Kapal Kemanusiaan Rohingya ini,” jelas Aryanto.

Menurut petani setempat, beras yang terkumpul merupakan hasil panen dari sekira 50 hektar sawah yang ada di Jipang. Selama seminggu mereka bekerja begitu cepat demi bisa menyediakan 2000 ton beras pada akhir pekan ini.

Jauh dari Myanmar dan Bangladesh, pemberitaan mengenai nasib warga Rohingya menembus desa kecil di tepi Sungai Bengawan Solo ini. Kabar mengenai kondisi ratusan ribu pengungsi Rohingya yang terlunta-lunta di perbatasan Bangladesh-Myanmar menguras empati warga Jipang. Tak terkecuali para petani di desa tersebut.

Maka, ketika mengetahui bahwa beras-beras yang mereka olah akan disalurkan untuk pengungsi Rohingya, mereka berusaha secepat mungkin mengolah hasil panen. Memanen padi tidak lagi dilakukan secara sendiri-sendiri, namun gotong-royong.

“Kita senang kalau ada kegiatan berbau sosial, apalagi bisa beras yang kita panen digunakan untuk menolong orang yang kelaparan. Hasil panen kita jadi bernilai lebih. Semoga pahalanya juga lebih,” ungkap salah seorang petani.

Istiah (55) bahkan rela meminjamkan mesin panen miliknya untuk digunakan oleh petani-petani yang lain. Tujuannya hanya satu: mempercepat proses pengolahan hasil panen.

“Soalnya saya dengar ada yang mau panen padi dan berasnya nanti akan dikirim untuk Rohingya. Kasihan ya, mereka di sana hidupnya mengungsi ke sana kemari. Bahkan ada yang tidak memakai pakaian yang layak,” kata Istiah, seorang nenek yang tinggal di Desa Jipang.  

Kasmiran (62), kawan Istiah yang saat itu berada di lokasi panen padi, dengan antusias menambahkan cerita Istiah. “Setelah mendengar cerita dari tetangga beras ini mau dibawa ke sana, dia (Istiah) mengajak saya membawa mesin panen buat mempercepat proses panen. Mungkin sedikit usaha ini bisa menolong mereka yang lagi mengungsi,” ujarnya.

Insya Allah, dengan dukungan segenap warga Indonesia sekaligus petani-petani Blora, 2000 ton beras akan diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kapal Kemanusiaan akan sekali lagi mengangkut amanah kepedulian masyarakat Indonesia untuk korban krisis kemanusiaan.

Kapal Kemanusiaan Tahap Tiga ini akan melabuhkan jangkarnya di Bangladesh, menjangkau titik-titik wilayah yang menampung sejumlah besar pengungsi Rohingya baru. (Red$

Bagikan artikel ini :