Home Nasional Mantan SPRI Presiden Soeharto Bicara Tentang Sejarah G30S PKI

Mantan SPRI Presiden Soeharto Bicara Tentang Sejarah G30S PKI

935
0
Tujuh Pahlawan Revolusi, Korban Pengkhianatan PKI
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id (Jakarta) – Setiap menjelang peringatan tragedi G30S-PKI bulan September, ada seperti ritual rutin. Orang-orang pro PKI bikin seminar Teatrikal, orasi bertajuk “ungkap kebenaran”, dengan kambing hitam salahkan Pak Harto, TNI, Umat Islam dan sebagainya.

Mereka membuat stigma: Sejarah itu dibikin pemenang. Narasi baru hendak diciptakan, sejarah versi mereka. Redaksi telah minta tanggapan Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Tabah Digdoyo yang juga mantan Sekretaris Pribadi (SPRI) Jenderal Besar Soeharto.

Menurut Anton, dari akal sehat waras saja bisa dilihat, pelintiran, Pemutarbalikkan sejarah G30SPKI tersebut, ada banyak jalan keluar dari klaim PKI innocent/ tak bersalah.

“Misalnya, setelah pasukan penculik pembunuh Jenderal-Jenderal dan ditimbun di Lubang Buaya tersebut terbongkar jika pelakunya adalah PKI, kenapa DN Aidit orang nomor satu PKI ketika itu malah kabur ke Jawa Tengah?,” imbuh Anton

Anton melanjutkan, sudah sangat jelas, Pasukan Pasopati, Bima Sakti, Gatot Kaca adalah pelaku penculik dan pembunuh Jenderal-jenderal. Mereka bukan pasukan Pak Harto, tetapi dari Batalyon Cakrabirawa pimpinan Letkol Untung yang sudah dikader PKI.

“Kenapa mereka menuding Pak Harto ambisius, kudeta merangkak, bahkan menuduh Pak Harto pelaku G30S, bukan PKI?,” tanya Anton.

Anton juga mengatakan bahwa Pak Harto pernah bercerita setelah bisa pulihkan keamanan pasca G30SPKI beliau hanya mau terima posisi sebagai “Pejabat Presiden” yang antarkan sampai presiden baru terpilih dan ditetapkan melalui proses oleh MPRS. Pak Harto menolak karena merasa tidak pernah mempersiapkan diri untuk menjadi presiden apalagi mempersiapkan
coup d’etat. Sama sekali gak tau, itu semua mengalir panggilan jiwa prajurit, ada kekacauan ada pemberontakan wajib dibasmi dan ternyata itu dalangnya PKI

WNI yang lahir tahun 50an akan jadi saksi jujur, yang lakukan kudeta itu Letkol Untung binaan PKai. Dari jam 7 pagi, tanggal 1 Oktober 1965 saat itu lewat RRI, Letkol Untung sudah menyiarkan adanya Gerakan 30 September. Jam 1 siangnya, ia keluarkan dekrit Dewan Revolusi dan Kabinet Dwikora demisioner. Dia juga melikuidasi pangkat militer diatas Letnan Kolonel.

“Kudeta komunis ini ditumpas oleh TNI dipimpin Pak Harto. PKI kalah. NKRI tak jadi negara komunis, tapi 50an tahun kemudian, kini, Pak Harto, TNI dan umat Islam yang dituding sebagai pelaku pemberontakan tersebut, aneh kan?,” ujar Anton.

“Bukti-bukti lain tokoh-tokoh PKI pelaku G30S-PKI tersebut juga telah disidang pengadilan secara terbuka untuk umum, disaksikan jutaan bangsa Indonesia dan mereka telah dijatuhi hukuman yang setimpal. Apanya yang tak jelas?,” tegas mantan Jendral Polri ini.

“Kini orang-orang pro PKI terus berusaha ingin menghidupkan PKI di Indonesia yang jelas-jelas faham ideologinya atheis bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945 dan telah dikubur di bumi pertiwi selama-lamanya,” pungkas Anton. (Red)

Bagikan artikel ini :