Home Nasional Lindungi Tenaga Kerja, Ditjen Binapenta Luncurkan Program Desmigratif 2017

Lindungi Tenaga Kerja, Ditjen Binapenta Luncurkan Program Desmigratif 2017

257
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id (Jakarta) – Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta dan PKK) Kementerian Ketenagakerjaan akan menyelenggarakan Acara Peluncuran Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang bertujuan untuk memantapkan kesamaan pemahaman/persepsi dalam pelaksanaan Program Desmigratif di 60 Kabupaten/Kota dan 120 Desa terpilih.

Acara Peluncuran Program Desa Migran Produktif dengan tema “Membangun dan Melindungi tenaga kerja Indonesia dari desa” ini juga diharapkan dapat menjadi suatu wadah untuk berdiskusi dan saling memberikan gagasan kepada para pemangku kepentingan terhadap tantangan dan upaya mendorong efektivitas pelaksanaan kegiatan Program Desmigratif serta akan menjadi Katalisator yang kuat untuk mewujudkan kerja sama dengan Kementerian/Lembaga,Pimpinan Daerah, dan Pemerintah Desa untuk memastikan bahwa program Desmigratif memiliki dampak yang maksimal serta berkelanjutan. Sehingga peran Pemerintah terutama Kementerian Ketenagakerjaan R.I sebagai inisiator program ini dapat mewujudkan Program Desmigratif yang Membangun dan Melindungi Tenaga Kerja Indonesia Mulai dari Desa.

Program Desmigratif adalah upaya terobosan Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan berbagai Kementerian/Lembaga dan Swasta untuk memberdayakan, meningkatkan pelayanan serta memberi perlindungan bagi CTKI/TKI di desa yang menjadi kantong-kantong TKI, dengan menawarkan program-program unggulan yang dibutuhkan oleh CTKI/TKI dan keluarganya melalui pemanfaatan potensi lokal dengan tidak mengabaikan karakteristik daerah setempat. Program Desmigratif bertujuan memberikan informasi, pelayanan dan pelatihan kepada masyarakat di desa khususnya kepada calon TKI/TKI dan keluarganya dengan 4 (empat) kegiatan/pilar utama yaitu: Membentuk Pusat Layanan Migrasi, menumbuhkembangkan usaha-usaha produktif TKI dan keluarganya, memfasilitasi pembentukan “Rumah Belajar Desmigratif”, serta memfasilitasi pembentukan dan mengembangkan Koperasi/ Lembaga Keuangan.

Dengan konsep ini, pemerintah desa diharapkan lebih berperan aktif dalam peningkatan pelayanan penempatan dan perlindungan CTKI/TKI. Desa akan menjadi pusat layanan informasi, komunikasi, yang merupakan bagian dari proses penempatan dan perlindungan sejak pra penempatan, hingga kembali ke daerah asal. Karena Pemerintah desa yang merupakan garda terdepan dalam pelayanan masyarakat harus mampu memberikan informasi tentang cara menjadi TKI sesuai dengan prosedur yang berlaku, sejak pra, hingga kembali ke daerah asal dengan aman, cepat, mudah dan berbiaya murah.

Menteri Ketenagakerjaan R.I Bapak Hanif Dhakiri disela acara kesepakatan nota kesepahaman yang ditandatangani di Kementerian Ketenagakerjaan R.I pada Selasa 30 Mei 2017, mengatakan bahwa desa migran produktif adalah desa yang sebagian besar penduduknya bekerja di luar negeri, memahami sistem penempatan, dan perlindungan tenaga kerja, baik di dalam maupun di luar negeri. Sebab, TKI yang bekerja di luar negeri belum mampu memanfaatkan hasil kerja yang mereka peroleh untuk usaha-usaha yang bersifat produktif. “Namun lebih berperilaku konsumtif,”.

Diharapkan dengan terlaksananya Program Desmigratif ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa dengan penciptaan usaha-usaha produktif melalui pelayanan dan perlindungan bagi Calon TKI/TKI dan keluarganya serta dapat menekan angka TKI non-prosedural, serta partisipasi aktif dan kontribusi dari semua Kementerian/Lembaga dan pemangku kepentingan lainnya tentu akan menjadikan program ini lebih mudah untuk diimplemintasikan dalam memberi manfaat kepada masyarakat.[gf]

Bagikan artikel ini :