Home Asia Pasifik Terkait Krisis di Rakhine, RSCC Surati PBB

Terkait Krisis di Rakhine, RSCC Surati PBB

173
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id (Jakarta) – Terkait krisis di Rakhine, Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) telah mengirimkan surat kepada PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada Rabu (6/9/2017) yang ditandatangani langsung oleh Direktur RSCC, Ratna Sarumpaet.

Berikut petikan surat yang dilayangkan ke Badan Internasional tersebut:

Permintaan untuk Penjaga Perdamaian oleh PBB untuk mengendalikan situasi di Negara Rakhine Myanmar Yang Mulia, Sebagai manusia, dan aktivis hak asasi manusia, perkenankan saya untuk mengucapkan simpati terdalam saya terhadap penganiayaan orang-orang di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Seperti yang kita semua telah ketahui ada sekitar satu juta Muslim Rohingya diperkirakan tinggal di negara bagian Rakhine bagian barat, di mana mereka adalah minoritas yang cukup besar. Sebuah wabah kekerasan komunal terjadi pada tahun 2012 melihat lebih dari 100.000 orang mengungsi, dan puluhan ribu Rohingya tetap berada di kamp-kamp yang jompo dimana perjalanan dibatasi.

Ratusan ribu Rohingya yang tidak berdokumen sudah tinggal di Bangladesh, setelah beberapa lama berpelukan di sana. Baru-baru ini 400 orang Rohingya terbunuh. Banyak upaya telah dilakukan dari luar Myanmar untuk menghentikan penganiayaan di negara mereka tanpa ada solusi yang bisa mengakhiri masalah penganiayaan tersebut.

Dunia berharap Aung San Suu Kyi sebagai penerima hadiah Nobel Perdamaian dapat masuk ke dalam masalah konflik manusia ini. Namun hal itu tidak terjadi. Pemerintah Myanmar membiarkan konflik terjadi dan secara sadar tidak menghentikan penganiayaan terhadap orang-orang Rahingya di Rakhine.

Oleh karena itu, tidak ada cara lain untuk menghentikan pembunuhan massal di Rakhine Negara Bagian Myanmar, sebagai Direktur RSCC, saya mendesak PBB untuk menjaga perdamaian dan masuk ke dalam konflik untuk mencegah kematian serta penganiayaan orang Rahingya. (Red)

Bagikan artikel ini :