Home Asia Pasifik Pengurus MUI Pusat: Dunia Layak Hukum Mati Pemimpin Myanmar Dan Dikeluarkan Dari...

Pengurus MUI Pusat: Dunia Layak Hukum Mati Pemimpin Myanmar Dan Dikeluarkan Dari ASEAN

456
0
Foto: dok. KemenPANRB
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id – Kekejaman dan kebiadaban bangsa Myanmar mmbantai kaum Muslimin di Myanmar selama sepekan terakhir Agustus 2017 dalam laporan media-media dunia telah membunuh skitar 5000 muslimin muslimat dan ribuan anak-anak dengan bengis bahkan banyak yang dipotong potong kakinya, perutnya ketika masih hidup segar bugar lalu dipotong kepalanya oleh orang-orang yanh mengaku beragama budha (90% rakyat Myanmar pemeluk agama buda). Redaksi telah minta tanggapan pengurus MUI Pusat Anton Digdoyo, mantan Jendral Polri yang juga kolomnis, jum’at (1/8/2017).

Anton mengatakan Dunia wajib menghukum Myanmar atas kebiadabannya tersebut dan Indonesia sebagai negara Muslim terbesar didunia harus jadi pelopor PBB kirim pasukan ke Myanmar dan segera cabut hadiah nobel serta menghukum mati An San Su Kyi pemimpin Myanmar saat ini. “Saya heran di era sangat terbuka gini masih ada yang membantai sesama dengan kejam padahal mereka tak berdaya tanpa perlawanan sama sekali, kenapa dibantai?,” ujar Anton.

Anton menambahkan begitu kejamnya bangsa Myanmar, tapi dubes Indonesia untuk Myanmar konon masih bilang bangsa Myanmar paling toleran di dunia. “Atas dasar apa ia bicara begitu kalau faktanya seperti itu? Aneh,” tanya Anton.

menurutnya kebiadaban Myanmar terhadap umat Islam yang minoritas tersebut sudah berulangkali sampai timbulkan gelombang pengungsi besar-besaran, selain ribuan tewas dibantai juga ribuan tewas dilaut karenakapal yang mengangkut mereka banyak yang karam.

“Dunia marah dengan Aun San Su Kyi, kok begitu bengisnya setelah berkuasa. Dunia bukan hanya menuntut hadiah nobelnya dicabut tapi juga minta ia dihukum mati atas kejahatan kemanusian tak terperi di abad 21 ini,” lanjut Anton

“Saya harap negara-negara Asean keluarkan Myanmar dari kelompok Asean,” ujar Anton Tabah Digdoyo yang juga merupakan Wakil Ketua Hukum MUI Pusat menegaskan.(Red)

Bagikan artikel ini :