Home Hukum & Kriminal 92.816 Narapidana Dapat Remisi umum Kemerdekaan HUT RI ke-72

92.816 Narapidana Dapat Remisi umum Kemerdekaan HUT RI ke-72

646
0
Bagikan artikel ini :

Globanews.co.id (Jakarta) – Sebanyak 92.816 Narapidana dari seluruh Indonesia mendapat Remisi Umum (RU) Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengurangan Remisi atau RU I sebanyak 90.372, sedangkan sisanya 2.444 narapidana mendapatkan RU II atau langsung bebas usai menerima remisi.

Penerima RU I atau pengurangan remisi, bervariasi dari 1 sampai dengan 6 bulan. 24.014 narapidana menerima remisi 1 bulan, 23.651 narapidana menerima remisi 2 bulan, 25.459 narapidana menerima remisi 3 bulan, 10.644 narapidana menerima remisi 4 bulan, 5.466 narapidana menerima remisi 5 bulan dan sisanya sebanyak 1.138 narapidana menerima remisi 6 bulan.

Untuk RU II atau langsung bebas setelah menerima remisi 1 sampai 6 bulan, sebanyak 2.444 narapidana, dengan rincian: 309 narapidana langsung bebas usai menerima remisi 1 bulan, 360 narapidana bebas usai menerima remisi 2 bulan, 654 narapidana bebas usai menerima remisi 3 bulan, 615 narapidana bebas usai menerima remisi 4 bulan, 471 narapidana bebas usai menerima remisi 5 bulan, dan 35 narapidana bebas usai menerima remisi 6 bulan.

Berdasarkan smslap.ditjenpas.go.id per tanggal 14 Agustus 2017, jumlah narapidana dan tahanan di seluruh Indonesa sebanyak 226.143 dengan rincian 156.613 narapidana dan 69.530 tahanan.

Pemberian remisi atau pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana merupakan amanat dari Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaas Pemasnyarakatan, Perubahan Pertama PP No. 28 Tahun 2006, perubahan kedua PP No. 99 Tahun 2012, serta Keputusan Presiden (Kepres) No. 174/1999 tetang Remisi.

RU Kemerdekaan Republik Indonesia ini diberikan kepada seluruh narapidana yang telah memenuhi persyarata administratif dan substantif diantaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), serta aktif mengikuti program pembinaan di Lapas, Rutan, cabang Rutan atau LPKA. (Zi*)

Bagikan artikel ini :