Home Daerah Waspada Orang Asing, Pemprov Jatim Libatkan Partisipasi Masyarakat

Waspada Orang Asing, Pemprov Jatim Libatkan Partisipasi Masyarakat

280
0
Foto: Wagub Jatim Saifullah Yusuf memimpin rapat tim pengawasan orang asing di Surabaya (15/8). (Ari/swamedium)
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Surabaya ) — Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang sering disapa Gus Ipul minta masyarakat lebih waspada dan lebih peduli terhadap keberadaan orang asing di sekitarnya. Hal itu dilakukan dengan memberikan informasi kepada Pemerintah daerah atau Tim Pengawasan Orang Asing (TIM PORA), disertai dengan data-data yang akurat.

Tim PORA yang terdiri dari Kemenhumham, Pemda, aparat TNI/Polri dan melibatkan Kab/ Kota ini yang bergerak menindaklanjuti jika ada informasi/ laporan yang memang mencurigakan.

“Saya ingin partisipasi masyarakat di tingkat kelurahan/ desa, RT/ RW dan serikat pekerja memperkuat pengawasan,” jelasnya, Selasa (15/8/2017).

Menurut Gus Ipul, stake holder di lingkup pemerintahan tingkat bawah Lurah/ Kepala, Desa dan masyarakat di lingkungan RT/ RW perlu diajak, dilibatkan dan diberdayakan untuk memperkuat pengawasan keberadaan orang asing.

Hal itu mengingat keterbatasan anggara dan jumlah anggota Tim Pora.Jatim. Dari 38.368 perusahaan yang ada di Jatim, terdiri dari perusahaan besar 4.520, sedang 6.780 dan perusahaan kecil 27.068. Sementara jumlah pengawas Tim Pora hanya sekitar 200 orang, maka masyarakat diajak untuk ikut mengawasi. Sekarang sudah mulai dibentuk di tingkat kecamatan, utamanya di daerah Ring I yang banyak perusahaan dan investasi.

Kaitan dengan bebas Visa kunjungan untuk 169 Negara dan dimulainya penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kita perlu memastikan bahwa WNA yang masuk ke Indonesia memiliki surat-surat yang diperlukan. Ada yang mendarat di Jakarta kemudian melalui darat ke Jatim, hal ini tidak masuk dalam catatan imigrasi Jatim. Untuk itulah pentingnya pengawasan, tidak semua WNA lewat juanda, sehingga Imigrasi Jatim belum bisa mendeteksi semua.

Ada macam-macam warga negara asing yang berkunjung ke Jatim, baik sebagai diplomat dan perwakilan negara asing, turis, Tenaga Kerja Asing (TKA), pengungsi dan pencari suaka, atau WNA sebagai murid/ mahasiswa.

“WNA tertarik ke Jatim mungkin mencari kehidupan yang lebih layak karena di Jatim nyaman, dan masyarakatnya ramah,” jelasnya.

Bagikan artikel ini :