Home Kecantikan Peneliti A.S Berhasil Terapkan Teknologi Penghilangan Mutasi Genetik Berbahaya dari Embryo Manusia

Peneliti A.S Berhasil Terapkan Teknologi Penghilangan Mutasi Genetik Berbahaya dari Embryo Manusia

412
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( San Fransisco ) — Bagi yang pernah menonton film fiksi X-Men mungkin akan lebih paham tentang hasil penelitian ini. Namun bukan untuk menciptakan generasi X, tapi upaya menghilangkan resiko penyakit akibat mutasi gen. Peneliti A.S. mengumumkan bahwa mereka berhasil menggunakan teknologi pengeditan gen untuk pertama kalinya menghilangkan mutasi genetik yang berbahaya di dalam embrio manusia pada hari Rabu (9/8/2017 ).

Tim tersebut menghilangkan mutasi genetik yang menyebabkan gagal jantung dengan menggunakan prosedur kontroversial namun embrio tersebut tidak boleh tumbuh menjadi bayi – sebuah proses yang ilegal di A.S. dan banyak negara lainnya.

Cina adalah satu-satunya negara lain dimana penyuntingan gen yang berhasil dalam embrio manusia telah dilakukan, namun, pekerjaan itu sebenarnya tidak menghilangkan cacat mematikan.

Meskipun peneliti A.S. berhasil menghilangkan mutasi gagal jantung, proses ini secara teoritis dapat bekerja untuk berbagai penyakit yang disebabkan oleh genetika, termasuk fibrosis kistik dan beberapa jenis kanker. Selanjutnya, pengeditan gen akan menghilangkan mutasi dari semua generasi mendatang.

Penelitian penting tersebut dipublikasikan pada hari Rabu (9/8/2017) di jurnal Nature oleh para ilmuwan di Oregon Health & Science University (OHSU).

“Setiap generasi akan membawa perbaikan ini karena kami telah menyingkirkan varian gen penyebab penyakit dari silsilah keluarga tersebut,” mkata penulis senior Shoukhrat Mitalipov dalam sebuah pernyataan.”

Dengan menggunakan teknik ini, mungkin saja mengurangi beban penyakit yang diwariskan ini pada keluarga dan akhirnya populasi manusia.”

Para ilmuwan menggunakan alat pengeditan gen CRISPR yang memungkinkan seorang peneliti untuk secara tepat menargetkan dan mengubah gen tertentu. Para ilmuwan juga mentargetkan mutasi yang menyebabkan suatu kondisi yang disebut kardiomiopati hipertrofik yang dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.

Sebagai informasi, sekitar satu dari 500 orang di seluruh dunia menderita kardiomiopati hipertrofik.

Kemungkinan pengeditan gen menimbulkan pertanyaan etis yang signifikan dan ilmuwan OHSU mencatat percobaan pada embrio yang dimaksudkan untuk tumbuh menjadi bayi jauh sekali.

“Pertimbangan etis untuk memindahkan teknologi ini ke uji klinis sangat kompleks dan pantas mendapat pengakuan publik yang signifikan sebelum kita dapat menjawab pertanyaan yang lebih luas mengenai apakah kepentingan manusia terhadap pengubahan gen manusia untuk generasi mendatang,” demikian ujar Daniel Dorsa, penulis lain dalam penelitian tersebut.

sumber : Anadolu
editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :