Home Eropa & Amerika Muslimah Amerika Menangkan Gugatan Pelepasan Jilbab oleh Polisi Amerika

Muslimah Amerika Menangkan Gugatan Pelepasan Jilbab oleh Polisi Amerika

670
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Long Beach ) — Negara bagian California diwajibkan membayar USD 85 ribu (setara Rp 1,069 miliar) untuk menyelesaikan gugatan yang diajukan seorang perempuan Muslim pada 2016. Kristy Powell mengajukan gugatan ini setelah seorang petugas melepaskan jilbabnya secara paksa saat berada dalam tahanan polisi.

Berdasarkan isi gugatan, dilansir dari CNN pada Ahad (13/8/2017), insiden tersebut berawal pada 2015 ketika Kirsty Powell dan suaminya diminta menepikan kendaraannya. Kala itu, petugas lalu lintas menilai pasangan ini melakukan pelanggaran karena mengendarai mobil low rider.

Baca : CAIR : Kejahatan Atas Kebencian Terhadap Muslim Amerika Meningkat Setelah Trump Menang

Kala itu, Powell duduk di kursi penumpang. Namun, dia ditangkap setelah polisi menemukan surat perintah penangkapan atas namanya karena insiden pengutil. Suami Powell meminta petugas wanita menangani penangkapan tersebut. Namun, petugas yang menangkap menolak permintaan tersebut dan mengatakan kepada Powell bahwa dia harus melepaskan jilbabnya.

Powell menghabiskan malam di penjara tanpa jilbabnya. Kepolisian mengembalikan jilbab Powell setelah suaminya membayar uang jaminan.

Baca : Masjid di Minnesota Dibom Saat Jamaah Sedang Sholat Subuh

Gugatan tersebut menyatakan bahwa Powell “dipaksa difoto tanpa pakaian yang sesuai aturan agamanya”. Gugatan itu juga menjelaskan, sebagai hasil dari pemaksaan yang melanggar kebebasannya melaksanakan perintah agama, Powell mengalami ketidaknyamanan, penghinaan, dan tekanan emosional.

Pada April 2016, Powell mengajukan tuntutan hukum menuduh departemen kepolisian telah melanggar hak Amandemen Pertama. “Dia menangis sepanjang cobaan dan mengalami penghinaan saat keyakinan agamanya dan integritas pribadinya dilanggar,” kata gugatan tersebut.

Baca : Bantuan USD 20 Ribu Untuk Masjid Minnesota Meski Trump dan Gedung Putih Pasang Aksi Tidak Peduli

CNN mencoba mengonfirmasi Kejaksaan Kota Long Beach, namun tidak mendapatkan jawaban. KABC-TV melaporkan Departemen Kepolisian Long Beach mengubah kebijakannya pada November 2016 untuk mengizinkan orang yang ditangkap mengenakan tutup kepala yang sesuai dengan ajaran agama, kecuali ada masalah keamanan.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengumumkan penyelesaian dalam siaran pers. “Kami memuji Kirsty Powell karena memilih untuk membela haknya atas kebebasan beragama dan mengambil tindakan,” tulis CAIR.

Powell mengatakan kepada CAIR saat dia mengajukan tuntutan. Powell menyatakan, dia ingin menjadi Muslimah terakhir yang memiliki pengalaman ini.

“Saya ingin saudara perempuan Muslim saya selalu merasa nyaman dan aman mengenakan jilbab dan membela apa yang benar,” katanya. ( ROL )

Bagikan artikel ini :