Home Asia Pasifik Antisipasi Serangan Rudal Korea Utara ke Guam, Jepang Siapkan Rudal Pertahanan

Antisipasi Serangan Rudal Korea Utara ke Guam, Jepang Siapkan Rudal Pertahanan

1069
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Tokyo ) — Jepang sedang mempersiapkan penerapan sistem rudal PAC-3 ke bagian barat negara tersebut, jika rudal Korea Utara melanggar wilayah udara Jepang dalam perjalanan menuju wilayah di lepas pantai Guam. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Itsunori Onodera mengatakan pada hari Jumat (11/8/2017).
Onodera sendiri tidak menjelaskan apakah dia benar-benar akan memerintahkan mereka untuk menembak jatuh salah satu rudal tersebut.

“Kami siaga penuh dan siap menghadapi situasi darurat,” demikian kata Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga dalam sebuah konferensi pers.

Baca : Diancam A.S ‘Fire and Fury’, Korea Utara Rencana Luncurkan Rudal Nuklir ke Guam

Kurang dari dua hari setelah Presiden A.S. Donald Trump menyatakan bahwa Korea Utara menghadapi “api dan kemarahan” untuk tes senjata nuklirnya, Korea Utara merilis sebuah rencana yang sangat rinci untuk “menyelimuti” Guam dengan empat rudal balistik jarak menengah.

Guam menampung sekitar 5.000 orang layanan A.S. di dua basis besar. Salah satu dari mereka, Anderson Air Force Base, adalah rumah pembom jarak jauh yang sekarang secara teratur terbang ke Korea Selatan setiap kali Pyongyang melakukan ujicoba rudal atau senjata api.

Baca : Korea Utara Menembakkan Rudal Jelajah Antar Benua ke ZEE Jepang

Terakhir kali Korea Utara Rudal yang ditembakkan secara langsung di atas Jepang pada tahun 1998, dalam usaha yang gagal untuk memasang satelit, meluncur turun di Pasifik utara.

Tokyo pada saat itu juga, memobilisasi baterai PAC-3, namun tidak berusaha untuk menembak jatuh yang pasti ilegal di bawah konstitusi pasifis Jepang.

Namun, hal ini berubah pada tahun 2012, ketika kabinet menyetujui sebuah interpretasi baru yang memungkinkan adanya “pertahanan kolektif” atau membantu sekutu yang mencakup membantu mempertahankan basis sekutu seperti Guam.

Menteri pertahanan baru Onodera, yang menjabat dalam perombakan kabinet baru-baru ini, diketahui menjadi pendukung preemptif Jepang terhadap situs peluncuran rudal Korea Utara dan mendapatkan senjata tersebut, seperti rudal jelajah, untuk mencapai hal ini.

Pyongyang tidak menandakan kapan mereka bisa meluncurkan rencana ini ke ‘amplop’ Guam, namun A.S. dan Korea Selatan berencana mengadakan latihan militer Ulchi Freedom Guardian antara 21 dan 31 Agustus. Pyongyang berpendapat bahwa latihan bersama besar ini adalah latihan untuk invasi dan itu mungkin waktu yang tepat untuk meluncurkan rudal.

Terakhir kali Korea Utara melakukan serangkaian empat roket pada bulan Juni yang ditujukan secara teoritis mentargetkan basis Amerika di Jepang, hanya roket-roket tersebut tercebur di Laut Jepang.

Pada bulan Juli, Korea Utara meluncurkan dua rudal balistik yang berpotensi terbang sejauh Amerika Serikat.

sumber : Anadolu
editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :