Home Nusantara Jokowi Inkonsisten, Kemarin Bilang Waspada Ancaman Asing, Sekarang Bela Patung China

Jokowi Inkonsisten, Kemarin Bilang Waspada Ancaman Asing, Sekarang Bela Patung China

951
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) — Seorang anak manusia dinilai bermartabat dan berwibawa bila konsisten terhadap apa yang diucapkan. Terlebih lagi bila anak manusia itu menjadi pemimpin sebuah negara besar seperti Indonesia. namun sepertinya rakyat Indonesia masih harus kembali menghela napas, ketika inkonsistensi malah dicontohkan oleh presidennya sendiri.

Pada kesempatan sambutan untuk penutupan Festival Lebaran Betawi di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta, Minggu (29/7/2017) Presiden Jokowi menyebut bahwa ajang semacam ini penting untuk menjaga kelestarian adat dan seni di tengah-tengah terpaan budaya asing.

“Merawat menjaga kearifan lokal dan budaya penting sekali. Karena intervensi peradaban Barat dan dari negara lain sangat mendesak,” kata Jokowi.

Karena itu untuk melestarikan budaya Betawi di Setu Babakan dibangun Pusat Budaya Betawi di mana penyelenggaraan Lebaran Betawi dipusatkan.

Komitmen Jokowi atas ucapannya sepertinya pudar. Masalahnya, dia kini malah membela patung China dan melarang masyarakat yang protes kepada patung dewa China.

Polemik Patung China di Tuban : Geprindo Protes Keras Patung Jenderal Perang Cina di Tuban

Dilansir CNN Indonesia, Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia, termasuk para relawannya untuk mulai melakukan hal-hal produktif. Menurutnya, masyarakat seharusnya tak lagi meributkan diri, terutama menyangkut permasalahan Suku Ras Agama dan Antargolongan (SARA).

“Jangan lagi bicara hoax, ribut soal patung, ribut soal SARA, sibuk adu domba antarkita sendiri,” ujar Jokowi di JiExpo, Jumat (11/8/2017).

Baca : Tidak Ada Izin, Patung Jenderal Perang China di Tuban Terancam Dibongkar

Apa dengan pernyataan jangan ribut soal patung berarti Jokowi mengizinkan pendirian patung China itu sementara izin tidak ada, kearifan kebangsaan tidak ada, ataukah ini bagian dari skenario pendirian negara China di Indonesia ?

Diketahui, berdirinya patung raksasa Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur memang sedang menuai protes dari masyarakat.

Jadi, kalau begitu bagaimana dengan revolusi mentalnya pak Jokowi ? Apakah inkonsistensi termasuk kurikulum revolusi mental ? Ataukah cukup dengan membuat revisi ( bantahan ) lanjutan ?

Bagikan artikel ini :