Home Daerah Potret Keprihatinan Pendidikan Indonesia, Siswa SD Dibully Temannya Hingga tewas

Potret Keprihatinan Pendidikan Indonesia, Siswa SD Dibully Temannya Hingga tewas

606
1
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Sukabumi ) -– Potret pendidikan dasar Indonesia seyogyanya menggambarkan kegembiraan, semangat belajar dan kejujuran semua elemen di dalamnya. Hanya kadang ada satu dua potret yang malah menggambarkan suasana menyedihkan. Seperti yang terjadi dua hari yang lalu ketika seorang siswa kelas II SDN Longkewang, SL (8) Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meregang nyawa setelah dipukul teman sekelasnya, Selasa (8/8/2017).

Menurut keterangan dari Wali kelas, kelas II SDN Longkewang, Ruhiat kepada Infodesaku mengatakan berawal dari pertikaian antara DR dengan SL di sekolah pagi hari. “Saya waktu mau berangkat ke sekolah sekitar 7.10 Wib sebelum saya sampai ke sekolah itu ada anak yang sedang menangis siswa kelas 2 yang di ikuti oleh teman-temannya,” kata Ruhiat

Merasa kebingungan, Ruhiat bertanya kepada DR, sontak teman DR yang menjawab bahwa DR telah berkelahi dengan SL. “DR itu habis berantem dengan korban SL, lalu saya tanya lagi dimana?, terus temannya DR menjawab di sekolah, dan SL-nya pun pingsan,” paparnya

Dalam keadaan pingsan, SL di bawa ke Kantor sekolah, dan tak kunjung lalu korban dibawa ke Puskesmas Jabon. sesampai di puskesmas langsung ditangani kemudian diperiksa namun begitu mendapat kabar bahwa menurut pihak puskesmas bahwa korban sudah meninggal dan menyarankan agar korban segera dibawa pulang. “Begitu mendengar korban sudah tidak bernafas lagi saya langsung lemas disana,” ujarnya.

Baca :

Lebih lanjut Ruhiat mengatakan bahwa korban itu sebenarnya jadwal masuk sekolahnya siang jam 10 dan diduga kejadian tersebut sekitar pukul 7 pagi hari. “Saya tidak melihat adanya luka, namun kalau baju kotor kalau pakaian kotor karena disebabkan korban jatuh tersungkur mengenai sepatu dari temannya,” teranganya.

Sementara saat di temui kakak kandung SL, di Mapolsek Cibadak menurut Abdurohim (37) warga kampung Citiris RT 05/06, Desa Hergarmanah, Kecamatan Cicantayan, ia mendapat kabar adiknya tewas sekitar pukul 07.30 WIB.

“Saat itu teman-temannya mengadu SL pingsan setelah dipukuli temannya,” kata Abdurohim.

Mendapat kabar, Abdurohim langung menuju sekolah. Ia melihat adiknya terkapar, dan langsung memegang denyut nadi SR. “Saat saya pegang sudah tidak berdenyut nadinya,” kata dia.

Kemudian SR di bawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan, namun pihak Puskesmas mengatakan SL sudah meninggal dunia. Mendapat kabar adiknya meninggal dunia, Abdurohim membawa SR ke RSUD Sekarwangi guna melakukan otopsi lebih lanjut.

Abdurohim mengatakan, berdasarkan keterangan dari teman-teman SL, adiknya dipukul oleh tamannya hingga terjatuh. Tak hanya dipukul, telinga SR disumbat menggunakan kerupuk, dan disiram dengan minuman ringan yang sudah di bekukan.

“Saya dan keluarga berembuk untuk penyelesaian kasus ini. Dan kami meminta kasus ini diusut tuntas,” pungkasnya.

Kasus pemukulan yang menyebabkan siswa kelas II SD meninggal sedang ditangani oleh Polsek Cibadak dan sedang dilakukan otopsi, sementara pihak Polsek belum bisa memberikan keterangan. (Infodesaku)

Bagikan artikel ini :

1 COMMENT

Comments are closed.