Home Bisnis Direktur Ramayana Bantah e-Commerce Penyebab Turunnya Daya Beli

Direktur Ramayana Bantah e-Commerce Penyebab Turunnya Daya Beli

503
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) — Sinyalemen adanya penurunan daya beli masyarakat yang mengakibatkan bisnis lesu ini dibenarkan oleh pengusaha ritel fashion yang memiliki pangsa pasar kelas menengah bawah, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (Ramayana). Direktur Ramayana Suryanto mengatakan penurunan daya beli itu sebagai imbas dari perlambatan ekonomi.

Suryanto membantah penurunan daya beli masyarakat disebabkan oleh menjamurnya sistem belanja online atau e-commerce di Indonesia. Menurutnya, menurunnya daya beli masyarakat merupakan imbas dari perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Baca : Pasar Ritel Lesu, Laba Indomaret Terjun Bebas Hingga 71 Persen

“Kalau kita baca semua media ya mengatakan bahwa bisnis ritel semester pertama itu terjadi penurunan daya beli, malah disebabkan oleh bisnis e-commerce yang meningkat. Nah kami lebih percaya terjadi perlambatan ekonomi ini bukan karena persaingan e-commerce,” ujar Suryanto di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (9/8/2017).

Suryanto mengungkapkan, pelambatan ekonomi telah terjadi dalam tiga tahun terakhir. Dia mencontohkan angka penjualan Ramayana pada 2015 turun 0,2 persen dari 2014, lalu memasuki 2016, Ramayana melakukan transformasi toko atau gerai.

“Sehingga pada 2016, meskipun ada perlambatan ekonomi, Ramayana masih membuka pertumbuhan 5,7 persen serta menaikan laba bersih menjadi Rp 408 miliar,” kata Suryanto.

Baca : Hypermart Mulai Melakukan PHK Besar-besaran Di Seluruh Gerai

Memasuki kuartal I 2017, same-store sales growth (SSSG) tercatat masih minus 0,2 persen. Namun demikian, angka SSSG terus mengalami perbaikan, pada April SSSG tercatat naik 3,1 persen, lalu menjadi 4,1 persen pada bulan Mei. Angka tersebut ditopang dari peningkatan penjualan selama periode Lebaran sebesar 14,5 persen.

“Naiknya penjualan di semester pertama ini tidak lepas dari Lebaran di Juni itu. Karena tahun lalu Lebaran di bulan Juni tahun ini di akhir bulan Juli. Nah, pertumbuhan daya beli ini tidak terlepas dari perlambatan ekonomi,” jelasnya.

Baca juga : Sandiaga Uno Optimis OK OCE Mart Bisa Gantikan Sevel di Jakarta

Jelang semester II perseroan optimistis akan ada perbaikan perekonomian Indonesia yang akan memberi angin segar bagi pertumbuhan bisnis retail di Indonesia. Optimisme terlihat dari belanja pemerintah yang semakin meningkat khususnya di infrastruktur, sehingga menyerap tenaga kerja. ( swamedium )

Bagikan artikel ini :