Home Asia Pasifik Kutuk Sanksi Ekonomi DK PBB, Korea Utara Siapkan Aksi Balasan

Kutuk Sanksi Ekonomi DK PBB, Korea Utara Siapkan Aksi Balasan

506
0
Korea Utara telah melakukan uji coba rudal nuklir dan balistik meskipun ada peringatan [Reuters]
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Pyongyang ) — Korea Utara pada hari Senin(7/8/2017) mengutuk sanksi yang diberlakukan untuk menanggapi program persenjataannya, dengan mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan negosiasi mengenai senjata nuklir sementara diancam oleh AS.

Sanksi yang dikeluarkan pada akhir pekan adalah “pelanggaran kekerasan terhadap kedaulatan kita”, kata Pyongyang dalam sebuah pernyataan yang dilansir oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Selatan. Ditanbahkan juga bahwa tindakan tersebut akan mengambil “tindakan benar” sebagai gantinya.

Baca : Dewan Keamanan PBB Keluarkan Resolusi Sanksi Ekonomi Baru Untuk Korea Utara

“Kami tidak akan menggunakan jebakan nuklir defensif diri kami di meja perundingan” sementara menghadapi ancaman dari Washington, katanya, “dan tidak akan pernah mengambil satu pun mundur dari penguatan kekuatan nuklir kita “.

Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi pada hari Sabtu sebuah resolusi yang dipimpin oleh AS, yang melarang ekspor mineral dan makanan laut dari Korea Utara bernilai lebih dari USD 1 milyar. China, sekutu dekat Korea Utara, juga memilih untuk menyetujui sanksi tersebut.
 
A.S dan sekutu regionalnya, Korea Selatan dan Jepang, khawatir setelah peluncuran uji coba dua rudal balistik internasional (ICBMs) bulan lalu, yang diyakini mampu menyerang di manapun di daratan A.S.

Baca : Korea Utara Menembakkan Rudal Jelajah Antar Benua ke ZEE Jepang

Pertemuan Pejabat Tinggi Kedua Korea di KTT Asean, Manila

Pada kesempatan di KTT Menlu Asean di Manila, Korea Utara pada hari Ahad( 6/8/2017) menolak tawaran perundingan dari Korea Selatan selama pertemuan yang langka antara kedua menteri luar negeri tersebut, menurut kantor berita Yonhap yang didanai pemerintah Seoul.

Baca juga : 2 Pembom AS B1-B Terbang Rendah Diatas Semenanjung Korea

Saat itu Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-Wha berjabat tangan dengan rekannya dari Utara, Ri Yong-Ho, sebelum acara makan malam.

Dalam pertemuan singkat, Kang mendesak Ri untuk menerima tawaran Seoul untuk melakukan perundingan militer guna menurunkan ketegangan di semenanjung yang terbagi, dan untuk diskusi mengenai babak baru reuni untuk keluarga terbelah.

sumber : Al jazeera
editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :