Home Eropa & Amerika Kejahatan Perang Suriah Mengerikan, Sekjen PBB Dukung Penuh Komisi Penyelidik

Kejahatan Perang Suriah Mengerikan, Sekjen PBB Dukung Penuh Komisi Penyelidik

587
1
Sekjen PBB, Antonio Gutteres
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( New York ) — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Senin (7/8/2017) menyatakan dukungan untuk sebuah komisi dalam badan global yang bertugas menyelidiki kejahatan terhadap warga sipil di Suriah. Hal tersebut disampaikan setelah salah seorang penyelidik PBB untuk Suriah mengundurkan diri.

Guterres “mendukung kerja lanjutan komisi tersebut sebagai bagian penting dan integral dari proses akuntabilitas”, demikian disampaikan juru bicara Stephane Dujarric mengatakan kepada wartawan seperti dilansir dari Anadolu.

Hal ini menyusul pengunduran diri Carla del Ponte dari anggota Komisi Penyelidik di Suriah untuk apa yang dicirikannya sebagai frustrasi tentang kelambanan masyarakat internasional.

“Saya menyerah. Negara-negara di Dewan Keamanan tidak menginginkan keadilan,” kata Del Ponte kepada majalah Swiss Blick.
“Saya tidak bisa lagi menjadi bagian dari komisi ini yang sama sekali tidak melakukan apapun.”

Del Ponte dikenal sebagai jaksa untuk pengadilan internasional atas kekejaman di Rwanda dan Yugoslavia.

“Percayalah, kejahatan mengerikan yang dilakukan di Suriah yang tidak saya lihat di Rwanda atau bekas Yugoslavia,” katanya.
“Kami pikir masyarakat internasional telah belajar dari Rwanda. Tapi tidak, itu tidak belajar apa-apa.”

“Guterres berterimakasih atas layanan Del Ponte dan kontribusinya terhadap kerja penting komisi tersebut, juga sebagai advokat yang tak kenal lelah untuk penyebab pertanggungjawaban sepanjang karirnya,” kata Dujarric.

Komisi tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah mengetahui maksudnya sejak bulan Juni dan menyatakan tekadnya untuk melanjutkan pekerjaannya.

Komisi Penyelidikan Internasional Independen di Republik Arab Suriah, nama resmi negara yang dilanda perang tersebut, didirikan pada tahun 2011 oleh Dewan Hak Asasi Manusia dengan mandat untuk menyelidiki semua dugaan pelanggaran undang-undang hak asasi manusia internasional sejak Maret 2011.

Komisi yang berbasis di Jenewa telah melakukan ribuan wawancara untuk memastikan akuntabilitas, terlepas dari siapa yang melakukan pelanggaran tersebut.

Perang enam setengah tahun telah menghancurkan seluruh bangsa, menggusur separuh dari populasinya dan mengubah 5 juta penduduk menjadi pengungsi, kebanyakan di negara tetangga.

editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :

1 COMMENT

Comments are closed.