Home Bisnis Fintech Paytren Terima Sertifikasi Syariah dari MUI

Fintech Paytren Terima Sertifikasi Syariah dari MUI

1167
0
Pemilik PT Veritra Sentosa Internasional (VSI) atau PayTren, Yusuf Mansur (kedua kanan) menerima sertifikat syariah dari Ketua Umum MUI KH Maruf Amin didampingi Sekjen MUI Anwar Abbas (kiri), dan Dirut PayTren Hari Prabowo (kanana) saat penyerahan Sertifikat Syariah DSN- MUI oleh MUI di Bogor, Jawa Barat, Senin (7/8). (FOTO : Republika/ Wihdan Hidayat)
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Bogor ) — Perusahaan teknologi finansial (Fintech) pembayaran digital, Paytren telah mendapatkan sertifikat syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Maka dengan adanya sertifikat ini Paytren secara resmi masuk ke dalam industri keuangan syariah Indonesia.

Komisaris Utama Paytren, Yusuf Mansur mengatakan, pihaknya telah melalui upaya yang panjang untuk mendapatkan sertifikasi ini. Bahkan melalui berbagai revisi dan evaluasi.

“Jadi prosesnya panjang untuk mendapatkan sertifikasi ini. Seperti menyusun disertasi, salah sedikit revisi,” ujar Yusuf Mansur dalam konferensi pers Paytren di Bogor, Senin (7/8/2017).

Dalam proses mendapatkan sertifikasi ini MUI telah banyak memberikan pendampingan mengingat Paytren merupakan Fintech syariah pertama, sehingga untuk memberikan sertifikasi ini perlu ada kehati-hatian, demikian sambung Yusuf Mansyur.

“Meskipun kenal dekat dengan MUI, tetap saja harus memenuhi syarat untuk mendapatkan sertifikasi ini. Semuanya profesional,” tambahnya.

Sertifikasi ini tentunya merupakan harapan agar Paytren dapat menciptakan cashless society dengan prinsip syariah. Terlebih Paytren dengan konsep yang memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat, yakni digunakan untuk membayar tagihan seperti listrik, air, pulsa, yang merupakan kewajiban, sehingga dipastikan akan selalu dipakai masyarakat.

Hal senada disampaikan Direktur Utama Paytren, Hari Prabowo ,bahwa ke depannya Paytren akan tumbuh pesat mengingat semakin banyak pengguna smartphone di Indonesia.

“Smartphone bukan lagi barang mahal. Hampir semuanya sudah pakai. Sebelum menawarkan Paytren, mereka bisa belajar pakai dulu, rasakan dulu bagaimana isi deposit, isi pulsa baru ditawarkan lagi. Semuanya pasti bisa,” ujar dia.

Tangapan juga diberikan oleh Ketua Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), Joko Komara. Dia menilai Paytren akan semakin berkembang karena memiliki marketing plan yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selama ini, kata dai, bisnis penjualan langsung dinilai money game apabila mendapatkan bonus berdasarkan anggota baru.

Namun, dalam system Paytren mendapatkan bonus sesuai dengan bisnisnya. Paytren memberikan cashback atau diskon bagi pengguna yang membayar tagihan serta memberikan referensi kepada orang lain.

“Paytren ini menghasilkan uang dari bayar tagihan. Kalau beli barang itu pilihan, kalau bayar tagihan itu kewajiban. Jadi pasti orang selalu pakai karena membayar kewajiban,” kata Joko.

Joko juga mengapresiasi pihak Paytren yang jatuh bangun membangun usaha pembayaran digital ini hingga mendapatkan sertifikasi dari MUI. ( ROL )

Bagikan artikel ini :