Home Asia Pasifik China dan Filipina Didesak untuk Patuhi Keputusan Maritim

China dan Filipina Didesak untuk Patuhi Keputusan Maritim

273
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Zamboanga City, Filipina ) Amerika Serikat (A.S), Jepang dan Australia pada hari Senin (7/8/2017) meminta Filipina dan China untuk mematuhi keputusan pengadilan internasional yang membatalkan klaim Beijing di Laut China Selatan.

Rappler, sebuah portal berita online yang berbasis di Filipina, melaporkan bahwa sebuah pernyataan bersama yang dibuat ketiga menteri luar negeri tersebut menginginkan Beijing dan Manila untuk “mematuhi Tribunal’s 2016 Award di arbitrase Filipina-China, karena ini mengikat secara final dan mengikat secara hukum kedua belah pihak”.

Ketiga negara juga mengatakan bahwa mereka “akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di manapun hukum internasional mengizinkan,” dengan mengabaikan seruan China agar orang asing tidak keluar dari perairan yang disengketakan.

Pengadilan Permanen Arbitrase di Den Haag menyimpulkan pada bulan Juli 2016 bahwa klaim Beijing terhadap wilayah-wilayah di lautan yang kaya sumber alam tidak memiliki dasar hukum dalam sebuah arbitrase yang diluncurkan oleh Filipina, yang “hak kedaulatannya” dikatakan China telah dilanggar.

Presiden Rodrigo Duterte meremehkan keputusan tersebut sebagai bagian dari dorongan untuk hubungan bilateral yang lebih luas dengan Beijing.

Para menteri luar negeri juga “menyatakan keprihatinan serius atas perselisihan maritim di Laut Cina Selatan (SCS)” dan mencatat “pertentangan kuat mereka terhadap tindakan sepihak koersif yang dapat mengubah status quo dan meningkatkan ketegangan”.

Mereka juga “mendesak penuntut China Selatan untuk menahan diri dari reklamasi lahan, pembangunan pos terdepan, militerisasi fitur yang disengketakan, dan melakukan tindakan sepihak yang menyebabkan perubahan fisik permanen ke lingkungan laut di wilayah yang tertunda batasnya.”

Dalam sebuah komunike gabungan yang dikeluarkan oleh ASEAN pada hari Minggu malam, blok regional tersebut mengungkapkan keprihatinannya atas kegiatan reklamasi lahan China dan menyerukan non-militerisasi perairan yang disengketakan tersebut.

sumber : Anadolu
editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :