Home Hukum & Kriminal Cara Nasdem Bela Victor, Setelah Bilang Becanda, Sekarang Video Diedit

Cara Nasdem Bela Victor, Setelah Bilang Becanda, Sekarang Video Diedit

448
1
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) — Tampaknya polemik akibat kekurang hati-hatian dalam berbicara dan keterbatasan pemahaman atas agama yang tidak dianutnya oleh Victor Laiskodat, makin melebar. Pasalnya, dari pihak nasdem sendiri sepertinya enggan untuk mencairkan suasana.

DPP Partai NasDem menegaskan bahwa rekaman pidato ketua Fraksi Nasdem di DPR, Viktor Laiskodat, di Kupang, NTT, pada 1 Agustus 2017 yang beredar adalah rekaman yang telah diedit sedemikian rupa, sehingga menghilangkan konteks, konten dan substansi dari pidato asli Viktor. Dalam rekaman itu, Viktor Laiskodat mengatakan bahwa ada sejumlah partai mendukung pendirian khilafah.

Demikian pernyataan sikap DPP Partai Nasdem terkait rekaman video Viktor yang telah beredar di kalangan masyarakat, yang dibacakan oleh Ketua DPP Partai Nasdem, Zulfan Lindan, saat jumpa pers di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Senin (7/8).

Kata-kata provokatif dan anarkis yang dilontarkan oleh Victor tampaknya bukanlah hal yang esensial dan substantif bagi partai yang baru saja membuat akademi bela negara tersebut.

Baca: Lempar Provokasi Sembunyikan Victor, Nasdem Bilang Pidato itu Cuma Becanda

Demikian pernyataan sikap DPP Partai NasDem terkait rekaman video Victor, yang dibacakan oleh Ketua DPP Partai NasDem, Zulfan Lindan, saat jumpa pers di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Senin, 7 Agustus 2017.

DPP Nasdem membentuk Tim Kajian untuk mengatasi persoalan rekaman Viktor yang ramai dibicarakan yang melibatkan Dewan Pakar, Pengurus Harian, dan Badan Advokasi Hukum (BAHU) Partai Nasdem. Menurut dia, pidato Viktor sesungguhnya adalah mendorong semangat untuk menjaga ideologi dan konstitusi negara dari setiap upaya terhadap disintegrasi negara dan bangsa. “Tidak ada maksud dan tujuan dari saudara Viktor untuk menyudutkan pihak manapun,” katanya.

Baca kutipan isi pidato : Pidato Provokatif dan Kebencian ala Victor Laiskodat, Gambaran Kualitas Ketua Fraksi Nasdem

Sebelumnya, Nasdem sendiri menyebut Victor pembela Pancasila.

“Dalam konteks membela Pancasila, melindungi Pancasila, menjaga konstitusi, Pancasilais sejati. Terhadap pernyataannya untuk menjaga Pancasila disuruh meminta maaf, konteksnya benar apa tidak,” kata Ketua DPP Nasdem Johnny G. Plate di Manggarai, NTT, Sabtu, 5 Agustus 2017, seperti dilansir VIVAnews.

Bagi Nasdem, pernyataan Victor tak ada yang salah. Bagi Johnny, pidato koleganya masih wajar dan belum ditemukan unsur memecah belah. Ucapan Victor dianggap realita kondisi sebenarnya yang mudah dipahami oleh konstituen di Kupang.

“Pak Victor mengatakan, secara terus terang menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh konstituen di Kupang untuk memperkuat Pancasila. Memang kalau dilihat dari sisi politik hal itu bisa mengganggu. Tapi, jika memperhatikan suasana yang berkembang, respons interaktif dari rakyat yang hadir bagus, tepuk tangan, ditanya betul jawab betul,” ujar Johnny.

Ingat kata pepatah “Mulutmu Harimau-mu”, sebaiknya bagi para pejabat publik hendaknya lebih cermat dan cerdas dalam bertutur kata apalagi dimuka publik. Apalagi Victor bukan sekedar kader Nasdem biasa, tapi pimpinan Nasdem di DPR sebagai ketua Fraksi Nasdem. Apakah kasus penistaan oleh Ahok belum cukup menjadi pelajaran. Atau kasus pidato Victor ini adalah semacam test case jelang Pemilihan Presiden 2019 ?

Bagikan artikel ini :

1 COMMENT

Comments are closed.