Home Nasional Waketum MUI : Klaim “Saya Pancasila” Hanya Munculkan Problem Kebangsaan

Waketum MUI : Klaim “Saya Pancasila” Hanya Munculkan Problem Kebangsaan

759
0
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. (ist)
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si mengatakan klaim “Saya Pancasila, paling NKRI” akhir-akhir ini justru memunculkan problem kebangsaan.

Ia mengatakan, persoalan kebangsaan saat ini justru telah menimbulkan saling curiga di antara sesama anak bangsa. Menurut dia, dengan adanya klaim tersebut, terkesan di sisi lain, ada kelompok yang dituding dianggap kurang Pancasilais dan “kurang NKRI”.

“Perasaan-perasaan ini justru membuat tidak nyaman,” kata Zainut dalam Halaqah MUI bertema ‘Meneguhkan Dakwah Kebangsaan sebagai Implementasi Komitmen MUI terhadap NKRI dan Pancasila’ di Kantor MUI Pusat, Jumat (4/8/2017) lalu.

Padahal, menurut Zainut, pendiri bangsa yang bersepakat dengan dasar negara sudah sangat arif dengan menyatukan semangat keagamaan dan kenegaraan.

“Ada semangat integralistik. Agama menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari masyarakat dan bernegara,” tandasnya.

Menurut Zainut, agama telah menjadi bagian tak terpisah dari kehidupan bernegara, tak lain karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religius. Sehingga, kata Zainut, menjadikan agama sebagai pembentuk nilai dan moralitas bahkan pengambil kebijakan penyelenggara negara, termasuk juga menjadi sumber pembentukan peraturan perundang-undangan.

“Contohnya kita mengenal UU tentang Perkawinan dimana substansinya sangat syariah sekali,” terang Zainut.

Selain itu, lanjut Zainut, ada juga undang-undang lain seperti Penyelenggaraan Haji, Jaminan Produk Halal, Perbankan Syariah, dan sebagainya yang menjadi bukti dalam praktik penyelenggaraan kenegaraan bahwa agama hadir memberikan inspirasi dan panduan moral.

“Lebih dari itu nilai semangat religiusitas juga termuat dalam pembentukan dasar negara, yakni Pancasila,” tegas dia.

Karena itu, Zainut menilai kurang tepat jika ada kelompok-kelompok yang membenturkan agama dengan Pancasila sembari menuding pihak lain sebagai kelompok yang tidak Pancasilais, nasionalis, atau NKRI. ( swamedium )

Bagikan artikel ini :