Home Nasional Tindaklanjuti Pembangunan RS Indonesia di Rakhine, Mer-C Bertolak ke Myanmar

Tindaklanjuti Pembangunan RS Indonesia di Rakhine, Mer-C Bertolak ke Myanmar

719
0
Tim Pembangunan Rumah Sakit Indonesia bersama pemerintah Rakhine State dan kontraktor lokal meninjau lahan untuk pembangunan di Mrauk-U, Rakhine State, Myanmar, Kamis, 18 Mei 2017. (Foto: MER-C/MINA)
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) – Menindaklanjuti pembangunan tahap pertama Rumah Sakit (RS) Indonesia di Rakhine State, Myanmar, lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali mengirimkan empat orang relawan ke negara itu untuk melakukan beberapa peninjauan termasuk menemui pihak kementerian kesehatan Myanmar.

“Setidaknya ada empat tujuan kami kesana. Bertemu Menkes (Menteri Kesehatan), mengecek pemagaran dan penimbunan tanah lokasi, tender kontraktor pembangunan, dan mengurus administrasi pemagaran,” ujar salah satu relawan MER-C, Nur Ikhwan Abadi yang akan berangkat Senin (7/8/2017), kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Tim yang akan berangkat dipimpin Ketua Pembangunan RS Indonesia Ichsan Thalib bersama dengan relawan lain diantaranya Idrus Muhammad Alatas, Nur Ikhwan Abadi, dan Agus Subiyakto Saleh.

Baca : Lebih dari 220 Ribu Muslim Rohingya Menderita Kelaparan

Sebelumnya, dr. Sarbini Abdul Morad, Pimpinan Proyek (Pimpro) pembangunan menuturkan, rencananya rumah sakit itu akan rampung pada awal 2018 dengan menghabiskan dana sekitar Rp 24-30 Milyar.

“Pembangunan rumah sakit ini ada dua tahap. Tahap pertama pembangunan fisik rumah sakit kira-kira 1 sampai 2 bulan, dan tahap kedua pengadaan alat medis. Total menghabiskan dana sekitar 24 Milyar. Dari besarnya dana itu, Walubi (Perwakilan Umat Budha Indonesia) memberikan bantuan sebesar USD 1 juta (Kurs, 1 : 13.321.75),” ujarnya.

Pada pertemuan Maret lalu dengan Presidium MER-C, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) A.M. Fachir menuturkan bahwa peresmian rumah sakit tersebut rencananya akan diselenggarakan di Gedung Kementerian Luar Negeri RI.

Pemerintah Myanmar Bantah Tuduhan Aniaya Terhadap Warga Rohingya

“Program ini merupakan murni bantuan yang bersifat kemanusiaan, sehingga persepsi yang harus dibangun sejak awal adalah persepsi kemanusiaan,” katanya saat itu.

Proyek ini adalah kerja sama MER-C dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang didukung pemerintah di Jakarta.

Awalnya direncanakan RS Indonesia akan dibangun di lahan seluas 4.000 m2 di desa Muaung Bwe, Mrauk-U, Rakhine State. Namun, kemudian pemerintah daerah memberikan lahan lain yang lebih strategis seluas 7.000 m2 masih di wilayah Mrauk-U. ( MINA )

Bagikan artikel ini :