Home Daerah Ancaman Konflik Menanti Jika Ketua Fraksi Nasdem Tidak Diproses

Ancaman Konflik Menanti Jika Ketua Fraksi Nasdem Tidak Diproses

1248
0
Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), saat berpidato pada acara Pelantikan DPD dan DPC Partai NasDem se-Kota Kupang, di Tarus-Kupang Tengah, NTT, Selasa (01/08/2017).
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) – Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP PKS, Zainudin Paru mengatakan, orasi politik Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR RI Viktor Laiskodat pada acara Deklarasi Calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Kupang, NTT, 1 Agustus 2017 lalu sangat provokatif.

PKS, terang Zainudin, mengecam ucapan Viktor yang menuduh empat partai secara eksplisit yakni Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN sebagai partai pendukung kelompok ekstremis dan khilafah yang karena itu tidak boleh didukung.

Baca : Pidato Provokatif dan Kebencian ala Victor Laiskodat, Gambaran Kualitas Ketua Fraksi Nasdem

“Bahkan disamakan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965 yang layak dibunuh. Sungguh itu adalah pernyataan fitnah dan sangat keji,” ujar Zainudin dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (04/08/2017).

Zanudin juga menegaskan, ia mengecam pernyataan Viktor yang tidak sesuai dengan fakta serta menjurus pada provokasi dan fitnah.

Pernyataan Viktor itu sangat merugikan PKS sebagai partai politik yang lahir dan hadir di Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, dan bermartabat.

Baca : Demokrat Kecam Pidato Victor Laiskodat, Sebut Sebagai Persekusi Politik

Ucapan Viktor yang menuding PKS, Gerindra, Demokrat, dan PAN sama dengan PKI, masih menurutnya, adalah ujaran kebencian dan ajakan permusuhan yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

“Dan mengusik rasa kebersamaan dan kedamaian di tengah masyarakat Indonesia saat ini,” jelasnya.

baca : Pidato Provokasi dan Fitnah, Victor Laiskodat Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Zainudin mengungkapkan, ujaran permusuhan dan kebencian itu setidak-tidaknya dapat dijerat dengan Pasal 156 KUHP.

Oleh karenanya, sambung Zainudin, DPP PKS akan menyampaikan laporan pidana atas ucapan Viktor ke Mabes Polri dan Pengaduan ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pada Senin, 7 Agustus 2017 besok.

Baca juga : Lempar Provokasi Sembunyikan Victor, Nasdem Bilang Pidato itu Cuma Becanda

“Jika pihak Kepolisian tidak memproses laporan kami beserta ketiga partai lainnya, maka kami khawatir akan menimbulkan reaksi dan konflik horizontal di tengah masyarakat,” pungkasnya. ( Hidayatullah )

Bagikan artikel ini :