Home Internasional Tinggi Minat, Turki Produksi Senjata Anti Drone Khusus Pasar Luar Negeri

Tinggi Minat, Turki Produksi Senjata Anti Drone Khusus Pasar Luar Negeri

1354
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Ankara ) — Setelah berhasl memproduksi senjata anti-drone elektromagnetik pertama di Turki, perusahaan teknologi Harp Arge (R & D) telah mengembangkan model baru untuk pasar internasional.
Koordinator Umum Harp Arge Aytekin Guclu mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Kamis(3/8/2017) bahwa mereka telah meluncurkan sebuah kemitraan studi pemasaran dengan Koza Construction and Defence Industry Turki setelah menerima permintaan yang besar dari luar negeri.

Guclu mengatakan bahwa Koza Construction and Defence Industry secara aktif memasarkan senjata anti-drone ke negara-negara Timur Tengah dan Afrika.

“Kami telah melakukan studi demo di negara-negara terkait dan kami menerima umpan balik yang berhasil,” katanya.

Guclu juga mengatakan bahwa sebuah hadis pertahanan yang akan diadakan di Bahrain pada bulan Oktober akan memungkinkan mereka bertemu dengan calon pelanggan.
Ekspor senjata pertama dibuat ke Azerbaijan setelah tentara negara tersebut mengujinya.

Sebelumnya Turki juga telah berhasil mengujicoba drone militer buatan mereka sendiri.

baca : Turki Berhasil Menguji Drone Militer Buatan Dalam Negeri

Senjata anti-drone ini saat ini digunakan oleh militer dan polisi Turki. Harp Arge berfokus untuk memenuhi kebutuhan militer Turki akan sistem tak berawak, peperangan elektronik dan robotika.

Model bodi utama baru ini terbuat dari komposit serat karbon yang merupakan bahan tahan lama dan ringan. Sistem braket picatinny 22 milimeter, yang merupakan standar dunia, ada di semua sisi senjata sehingga bisa disesuaikan. Braket picatinny memungkinkan pengguna untuk menambahkan aksesori.

Angkatan Udara AS Ingin Tembak Jatuh Pesawat Drone Sipil

Berkat sistem ini, ruang lingkup atau titik merah bisa dengan mudah ditambahkan ke sebuah senapan. Butt dan pegangan senapan dilipat ditambahkan agar mudah dibawa. Selain itu baterai anti-pesawat tak berawak sudah terdorong hingga 90 menit.

Sumber : Anadolu
editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :