Home Internasional Skandal Korupsi dan Krisis Kepercayaan Melilit Perdana Menteri ‘Israel’ Netanyahu

Skandal Korupsi dan Krisis Kepercayaan Melilit Perdana Menteri ‘Israel’ Netanyahu

478
4
PM 'Israel' Benjamin Netanyahu . REUTERS/Oded Balilty/Pool
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Yerusalem, Palestina ) — Polisi mencurigai Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu terlibat penyuapan, kecurangan dan pelanggaran kepercayaan, demikian dikabarkan media lokal Kamis (3/8/2017) malam mengenai penyelidikan korupsi yang sedang berlangsung.

Bukti-bukti tersebut muncul saat persidangan di mana diungkapkan bahwa jaksa sedang melakukan negosiasi dengan Harow mantan pembantu senior Netanyahu, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar Haaretz.

Mereka disebutkan mencoba untuk mendapatkan kesaksian dari mantan kepala staf Ari Harow tentang dua kasus yang berkaitan dengan pemberian yang diduga diberikan kepada Netanyahu dan keluarganya oleh tokoh bisnis dan diskusi yang dia dapatkan dengan seorang penerbit surat kabar.

Pada awal tahun polisi telah melakukan serangkaian pemeriksaan dengan hati-hati atas tuduhan terhadap Perdana menteri tersebut.

Netanyahu sendiri telah menolak tuduhan tersebut. Dalam sebuah pernyataan, kantornya mengatakan: “Kami benar-benar menolak klaim yang tidak berdasar yang dibuat terhadap perdana menteri.”

“Kampanye untuk mengubah pemerintahan sedang berlangsung, tapi ditakdirkan gagal, karena alasan sederhana: tidak akan ada apa-apa karena tidak ada apa-apa.” sambung pernyataan dari kantor Perdana menteri ‘israel’.

Jika Harow memberi bukti kuat terhadap mantan bosnya, maka Netanyahu harus menghadapi dakwaan.

Meskipun Netanyahu tidak akan dipaksa mengundurkan diri jika didakwa, hal tersebut akan meningkatkan tekanan pada dirinya untuk turun setelah 11 tahun menjabat.

Pada suatu penyelidikan, yang dikenal dengan kode Kasus 1.000, melibatkan produser Hollywood Arnon Milchan, yang diduga meminta untuk membeli barang mewah untuk Netanyahu dan istrinya.

Pada kode Kasus 2.000 berkaitan dengan klaim kesepakatan yang diajukan untuk liputan yang lebih menguntungkan dengan Arnon Mozes, penerbit surat kabar Yedioth Ahronoth.

Rincian penyelidikan tersebut dimasukkan ke dalam dokumen yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Rishon Lezion, yang memerintahkan pemberitaan media tentang perundingan jaksa dengan Harow.

Perintah tersebut mengatakan kasus-kasus yang terkait dengan “kecurigaan dari komisi tindak pidana penyuapan, kecurangan dan pelanggaran kepercayaan”.

Harow sendiri adalah kepala staf Netanyahu pada tahun 2008 saat dia menjadi pemimpin oposisi. Dia kembali bekerja dengan perdana menteri pada 2014 namun mengundurkan diri setahun kemudian di tengah tuduhan korupsi.

sumber : Anadolu
editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :

4 COMMENTS

Comments are closed.