Home Daerah Pidato Provokatif dan Kebencian ala Victor Laiskodat, Gambaran Kualitas Ketua Fraksi Nasdem

Pidato Provokatif dan Kebencian ala Victor Laiskodat, Gambaran Kualitas Ketua Fraksi Nasdem

970
3
Ketua Fraksi Nasdem - Victor Laiskodat ( Foto: www.fraksinasdem.org )
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) — Entah apa yang ada di benak Ketua Fraksi Nasdem DPR, Victor Laiskodat, mencari sensasi yang memang murahan atau memang sengaja membuat kegaduhan politik nasional. Pada pidatonya di Kupang NTT, 1 Agustus 2017, dengan mudahnya kalimat ‘kita bunuh pertama mereka, sebelum kita dibunuh’, ‘kelompok ekstrimis’, dan penarikan kesimpulan yang hanya dipahami yang bersangkutan sebagai sikap protes khilafah. Inikah kualitas ucapan Ketua Fraksi Nasdem ?

Berikut kutipan pidato Victor yang penuh provokasi dan kebencian hingga menuai protes dan kecaman.

Kelompok-kelompok ekstremis ini ada mau bikin satu negara lagi, dong tidak mau di negara NKRI, dong mau ganti dengan nama negara khilafah. Negara khilafah itu berarti … NKRI. Ada sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ini ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN. Situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran, intoleran itu … intoleran. Yang dong suka orang lain, dong .. suka …. agama lain …. suku … bangsa … Ini catat baik-baik, yang calon bupati, calon gubernur, calon DPR, yang dari partai tadi tersebut, kalau tusuk tertusuk tumbuh untuk sampeyan pilih itu, maksudnya pilih supaya ganti negara khilafah. Mangerti negara khilafah? Semua wajib solat. … lagi di gereja, mangerti? Mangerti? Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan semua harus salat.

Saya tidak provokasi, tetapi orang Timur yang semua itu berarti tunggu nanti negara hilang, kita bunuh pertama mereka, sebelum kita dibunuh (warga tertawa). Ingat dulu PKI 1965, mereka tidak berhasil, kita yang eksekusi mereka. Lu telepon lu punya ketua umum di sana, suruh jangan tolak-tolak itu Perppu yang melarang untuk Perppu Nomor 2 tahun 2017. (Dialog dengan warga).

Berbagai tanggapan seputar pidato muncul dari berbagai kalangan.

Waketum PAN  Viva Yoga menilai beda pandangan politik Victor atas Perppu No.2 Tahun 2017 sebagai hal yang berbahaya dan  anarkis.

“Pernyataan Victor yang memaknai perbedaan pandangan politik di antara partai politik terhadap Perppu Nomor 2 Tahun 2017 telah disempitkan dengan pemikirannya sendiri yang destruktif dan anarkis yang membahayakan nilai kemajemukan, toleransi, dan dapat merusak tradisi demokrasi,” ucap Waketum PAN Viva Yoga, Jumat (4/8/2017), dikutip dari Kumparan.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Rachland Nashidik dalam keterangan tertulisnya meyebut ucapan Victor sebagai persekusi politik dan penuh provokasi.

“Dikatakan, empat partai harus dihabisi di bumi NTT layaknya dulu PKI dihabisi. Alasannya, empat partai menolak Perppu Ormas dan penolakan ini telah disamakan dengan dukungan pada sikap intoleran dan anti-Pancasila,” ucapnya.

Victor sendiri membantah dan menyangkal telah memprovokasi warga NTT, apalagi mengajak mereka untuk membunuh.

Sederhananya, apa yang ada dikeluarkan dari mulut tentunya itulah yang ada di dalam pikiran. Jadi, bila kemudian Victor kemudian menyangkal ucapannya, pastinya dia sedang menyangkal pikirannya dan dirinya sendiri. Dan yang terakhir perlu dipertanyakan, apakah ini kualitas kader Nasdem yang menjabat Ketua Fraksi di DPR ?

Bagikan artikel ini :

3 COMMENTS

Comments are closed.