Home Nasional Demokrat Kecam Pidato Victor Laiskodat, Sebut Sebagai Persekusi Politik

Demokrat Kecam Pidato Victor Laiskodat, Sebut Sebagai Persekusi Politik

436
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) — Setelah Gerindra, PAN dan PKS mengecam pidato Ketua Fraksi Nasdem Victor Bungtilu Laiskodat (VBL), kini Partai Demokrat ikut mengecam pidato tersebut. Demokrat menyebut pidato VBL sebagai persekusi politik.

“Persekusi politik adalah aksi atau perbuatan buruk pada orang atau kelompok yang didasari kebencian akibat perbedaan politik. Tujuannya menghalangi korban berpartisipasi penuh dan bebas dalam kehidupan politik,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Rachland Nashidik dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/8/2017).

Rachland juga berpendapat, kecemasan kalangan bahwa Perppu Ormas dapat membuka kotak pandora persekusi politik telah menjadi kenyataan. Di NTT kemarin, lanjut Rachland, empat partai non pemerintah yakni Demokrat, Gerindra, PKS, dan PAN telah menjadi sasaran persekusi politik yang dilancarkan elite Nasdem sebagai partai pendukung Pemerintah.

“Dikatakan, empat partai harus dihabisi di bumi NTT layaknya dulu PKI dihabisi. Alasannya, empat partai menolak Perppu Ormas dan penolakan ini telah disamakan dengan dukungan pada sikap intoleran dan anti-Pancasila,” ucapnya.

baca isi pidato : Pidato Provokatif dan Kebencian ala Victor Laiskodat, Gambaran Kualitas Ketua Fraksi Nasdem

Dalam konteks kontestasi Pilkada NTT yang sudah dekat, Rachland menilai, pidato VBL bisa diartikan sebagai suatu hasutan pada rakyat NTT untuk mendiskriminasi hak dan kebebasan politik kader dari empat partai tersebut.

“Lebih jauh, provokasi itu berbahaya karena membangun kesalahpahaman yang dapat memicu konflik agama di NTT,” tandasnya.

Lebih lanjut Rachland mengungkapkan, bahwa sampai hari ini Presiden Jokowi belum mengajukan Perppu Ormas ke DPR untuk dimintai persetujuan.

Dengan kata lain, lanjut dia, partai-partai politik di DPR belum memiliki sikap resmi terhadap Perppu tersebut.

“Maka tudingan bahwa empat partai tersebut menolak Perppu Ormas adalah non-faktual,” tegasnya. (Swamedium)

Bagikan artikel ini :