Home Internasional 50 Warga Palestina di Penjara ‘Israel’ Lakukan Aksi Mogok Makan

50 Warga Palestina di Penjara ‘Israel’ Lakukan Aksi Mogok Makan

7274
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Ramallah, Palestina ) — 50 warga Palestina yang ditahan oleh ‘Israel’ melancarkan mogok makan terbuka pada hari Kamis (3/8/2017) untuk memprotes langkah baru-baru ini oleh Otoritas Palestina Ramallah (PA) untuk mengurangi tunjangan bulanan yang dibayarkan kepada narapidana dan keluarga mereka.

“Lima puluh warga Palestina yang ditahan di penjara ‘Israel’ telah melancarkan aksi mogok makan dalam solidaritas dengan mantan tahanan di Ramallah yang sekarang memprotes pemotongan tunjangan,” Mansour Shamasneh, juru bicara tahanan dan mantan tahanan Palestina, mengatakan pada sebuah konferensi pers.

Selama 46 hari terakhir, puluhan mantan tahanan Palestina telah mengadakan pertemuan di kota Ramallah di Tepi Barat – ibukota administratif PA – untuk memprotes pengurangan tunjangan baru-baru ini.

“PA terus memotong tunjangan [untuk tahanan] dan gaji sektor publik, merampas dan memenuhi kebutuhan dasar kita,” kata Shamasneh.

Menurut Shamasneh, Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan delegasi Hamas pekan lalu di Ramallah untuk membahas masalah tersebut.

“Pertemuan itu positif, “kata Shamasneh kepada Anadolu Agency. “Abbas berjanji untuk segera menyelesaikan masalah ini.”

“Sampai saat itu terjadi, bagaimanapun, kami akan melanjutkan kunjungan kami di Ramallah,” tambahnya.

Shamasneh juga mengatakan bahwa sebuah delegasi mantan tahanan telah bertemu Kamis(3/8/2017) dengan pejabat dari aparat Bantuan Pencegahan Palestina (PPS) dan intelijen militer Palestina, dengan siapa mereka “bertukar pandangan” mengenai masalah gaji.

“Pertemuan itu positif, tapi kami hanya mendengar janji yang belum diimplementasikan,” katanya.

Mahmoud al-Aloul, wakil ketua gerakan Fatah Palestina (yang memimpin PA), mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dialog akan terus berlanjut di masa depan dengan maksud untuk menyelesaikan krisis tersebut.

Pada bulan Mei, PA mengurangi tunjangan bulanan yang diberikan kepada kira-kira 300 orang Palestina yang dibebaskan oleh ‘Israel’ dalam pertukaran tahanan 2011 antara Israel dan Hamas.

Sekitar 50 dari mereka yang dibebaskan pada tahun 2011, bagaimanapun, telah ditangkap kembali oleh ‘Israel’ selama tiga tahun terakhir. Pemerintah zionis ‘Israel’ sudah lama Menuduh PA “mendorong terorisme” dengan membayar uang saku kepada mantan tahanan dan keluarga mereka.

sumber : Anadolu
editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :