Home Bisnis Tanggapi Sanksi, Perdana Menteri Rusia : A.S Menabuh Genderang Perang Dagang

Tanggapi Sanksi, Perdana Menteri Rusia : A.S Menabuh Genderang Perang Dagang

591
0
Perdana Menteri Rusia ,Dmitry Medvedev
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Moskow ) — Menanggapi penandatangan sanksi terhadap Rusia, pada Rabu (2/8/2017), Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang menabuh genderang perang dagang skala besar.

“A.S. mendeklarasikan perang dagang skala penuh melawan Rusia,” kata Medvedev melaluiakun Facebook-nya. Dia mengatakan bahwa administrasi Trump tidak berdaya, dan telah mengalihkan kekuasaan eksekutif ke Kongres.

Reaksi tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Rabu (2/8/2017) menandatangani undang-undang yang menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas tuduhan mencampuri pemilihan presiden 2016, sambil menyuarakan keberatan besar terhadap ketentuan-ketentuannya. RUU tersebut “cacat secara signifikan” karena “ketentuan inkonstitusionalnya”, kata Trump dalam sebuah pernyataan panjang yang mengumumkan keputusannya.

Rusia Akan Usir 755 Diplomat Amerika

“RUU tersebut tetap benar-benar cacat – terutama karena melanggar otoritas cabang eksekutif untuk bernegosiasi, ” demikian kata Trump dalam sebuah pernyataan terpisah.

“Kongres bahkan tidak bisa menegosiasikan tagihan kesehatan setelah tujuh tahun berbicara. Dengan membatasi fleksibilitas Eksekutif, RUU ini membuat lebih sulit bagi Amerika Serikat untuk melakukan kesepakatan yang baik bagi rakyat Amerika dan akan mendorong China, Rusia, dan Korea Utara lebih dekat,” tambahnya.

Baca : Abaikan Sanksi AS, Program Rudal Iran Dilanjutkan dengan Kekuatan Penuh

Tidak hanya RUU ini saja yang diberlakukan, sekarang undang-undang yang mengatur penerapan sanksi baru terhadap Rusia, Iran dan Korea Utara, akan membuat lebih sulit bagi seorang presiden Amerika untuk menyerahkan kembali sanksi baru, dan juga sanksi yang lebih lama di Rusia.

Baca juga : Korea Utara Menembakkan Rudal Jelajah Antar Benua ke ZEE Jepang

sumber : Anadolu
editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :