Home Daerah Gagal Paham, Menteri Agama Bilang Jangan Terlalu Serius Dalam Beragama

Gagal Paham, Menteri Agama Bilang Jangan Terlalu Serius Dalam Beragama

1059
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Mamuju ) — Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Lukman Hakim Syaifuddin, mengimbau masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar), khususnya yang ada di Mamuju untuk tidak terlalu formalis dalam memeluk ajaran Islam.

Hal itu disampaikan Menteri Agama RI saat menyampaikan sambutan di acara khatamal Quran 7769 santri dari 101 santri TPQ yang ada di Kabupaten Mamuju, Sulbar Selasa (25/7/2017).

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208).

“Kita jangan terlalu tegang dalam menganut paham Agama, jangan kita terlalu formalistis dalam menjalani kehidupan keagamaan atau terlalu serius, sehingga melupakan substansi agama, yakni saling mengasihi dan saling memperhatikan satu sama lain,” kata Lukman dalam sambutannya.

Namun jika terlalu serius, itu berpotensi menimbulkan sesuatu yang berlebihan dan dapat mengurangi rasa toleransi dalam kehidupan sehari-hari yang seakan-akan yang berbeda harus seolah dipaksakan untuk sama dengan mereka.

“Inilah yang muncul gejala-gejala di negara-negara lain, dan sedikit-demi sedikit sudah menggerogoti bangsa kita, sehingga untuk membendung itu mari kita terus mempertahankan nilai-nilai budaya yang baik dan arif yang digunakan oleh para ulama pendahulu kita dalam menebarkan nilai-nilai Agama,” ujarnya.

“Sejarah membuktikan, bahwa nilai-nilai Islam itu dapat dipertahankan melalui pendekatan rasa atau budaya karena dianggap lebih memiliki kemampuan dalam mempertahankan nilai Islam, sehingga saya mengatakan jangan terlalu serius dalam beragama apalagi sampai melupakan nilai-nilai budaya yang baik yang semula di gunakan untuk menebarkan ajaran Islam,” tutupnya.

Bukankah ayat Allah SWT dalam QS Al Baqarah : 208 memerintahkan umat Islam agar masuk ke dalam Islam dengan kaffah / keseluruhan ?  Apakah ada kegagalan paham Pak Menteri atas ayat tersebut atau khilaf berucap atau bagian dari skenario supaya umat Islam sekedar beragama sesuai KTP ?

Beberapa waktu yang lalu, Menag RI Lukman Hakim Syaifudin juga melontarkan pernyataan kontroversial tentang Rohis. Menag menyatakan bahwa kegiatan Rohis harus diawasi. Beginikah tugas Menteri Agama di negeri yang mayoritasnya umat Islam (VOA-I)

Bagikan artikel ini :