Home Daerah Tidak Ada Izin, Patung Jenderal Perang China di Tuban Terancam Dibongkar

Tidak Ada Izin, Patung Jenderal Perang China di Tuban Terancam Dibongkar

2774
2
Foto: Patung Jenderal Perang China di Tuban ini ternyata tak mengantongi izin dan terancam dibongkar. (halopantura)
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Tuban ) — Patung Jenderal Perang China Kwan Sing Tee Koen yang berada di Klenteng Tuban yang memicu polemik publik, ternyata tidak memiliki izin resmi bangunan dari Pemerintah Kabupaten Tuban. Patung yang telah meraih rekor Muri dengan ketinggian 30,4 meter itu pun terancam dibongkar.

“Sejauh ini pendirian patung itu tidak ada izin dari Pemkab Tuban, sehingga masih ilegal,” jelas H. Miyadi, Ketua DPRD Tuban, Senin, (31/7) kemarin.

Baca : Geprindo Protes Keras Patung Jenderal Perang Cina di Tuban

Untuk diketahui, patung itu dibangun dengan biaya sekitar Rp 1,5 miliar dari salah satu donatur asal kota Surabaya. Pemkab Tuban sempat melarang pembangunan patung itu dan meminta dihentikan namun pengurus Klenteng nekat meneruskan hingga dilakukan peresmian patung.

Kondisi ini membuat DPRD meradang dan dalam waktu dekat anggota komisi A DPRD Tuban direncanakan melakukan kunjungan ke Klenteng Tuban. Hal itu untuk memastikan dokumen pendirian patung itu.

“Kita telah mengagendakan untuk Komisi A meninjau lokasi, karena sejauh ini izin mendirikan patung belum ada,” ungkap Miyadi.

Selanjutnya, Miyadi menjelaskan, hasil kunjungan dewan akan disampaikan kepada eksekutif. Sementara, terkait sanksi atas bangunan itu menunggu kebijakan dari pihak eksekutif.

“Sanksi rekomendasi terkait berdirinya bangunan itu menunggu sikap dari Bupati, apakah nanti bangunan dirobohkan atau yang lainnya. Itu menunggu kebijakan eksekutif,” jelas Miyadi.

Sementara itu, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein menyampaikan kekecewaan yang sama terhadap keberadaan patung itu. Ia mengaku pernah melarang proses pembangunan patung dikarenakan belum adanya dokumen perizinan pendirian.

“Dulu kita sempat melarang dan meminta proses bangunan itu dihentikan, tetapi masih diteruskan pengurus Klenteng. Kita akan memberikan sanksi tegas buat mereka,” tegas Noor.

Hingga kini, Ketua Klenteng Tuban Gunawan Putra Wirawan belum mau menjelaskan terkait dokumen pendirian patung tersebut. Seperti dilansir Halopantura, beberapa kali pengurus klenteng dikonfirmasi, tetapi belum ada yang memberikan jawaban secara resmi. ( swamedium )

Bagikan artikel ini :

2 COMMENTS

Comments are closed.