Home Bisnis Bertemu Menkominfo, Pavel Durov Bahas Telegram

Bertemu Menkominfo, Pavel Durov Bahas Telegram

1275
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) — Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bertemu CEO Telegram, Pavel Durov untuk membahas isu pemblokiran aplikasi Telegram di Indonesia. Pertemuan tersebut akan membahas mengenai standard operating procedure (SOP) yang akan dirumuskan jika Telegram dapat kembali diakses.

“Saya habis makan siang dengan Mr. Durov, nanti kita akan bahas SOP soal Telegram di Indonesia bagaimana,” kata Rudiantara di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa, (1/82017).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menonaktifkan 11 Domain Name System (DNS) layanan Telegram berbasis web.

Baca : Pemblokiran Telegram, Apakah Bank yang Digunakan Teroris Juga Harus Ditutup?

Berdasarkan rilis pers yang disiarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI, Kemkominfo dan Telegram sepakat bersama-sama menangani ancaman terorisme dan radikalisasi.

Karena untuk menghadapi ancaman terorisme dan radikalisasi dibutuhkan kecepatan bertindak. Untuk itu, baik Rudiantara dan Pavel Durov sepakat prosesnya akan dibahas dalam pertemuan yang melibatkan tim teknis.

CEO Telegram Pavel Durov mengatakan Telegram sangat peduli terhadap ancaman terorisme global, terutama untuk negara seperti Indonesia.

“Telegram sangat peduli terhadap ancaman terorisme global, terutama untuk negara seperti Indonesia. Penting buat Pemerintah Indonesia dan Telegram untuk membuat Joint Statement terkait hal ini” jelas Durov.

baca juga : CEO Telegram Tawarkan Solusi Pemblokiran ke Kemkominfo

Sebagai tindak lanjut dari komitmen ini, Kemenkominfo dan Telegram sepakat untuk mengatur dan mengelola prosesnya.

“Penting buat Pemerintah Indonesia dan Telegram untuk membuat Joint Statement terkait hal ini.” kata Durov.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Samuel A Pangerapan menambahkan karena sudah ada itikad baik dan komitmen dari Telegram untuk mengelola dan menangani isu-isu yang mengancam negara, melalui penyebaran isu-isu terorisme dan konten radikalisasi, maka sesuai dengan prosedur yang diterapkan, 11 DNS Telegram berbasis web segera dipulihkan.

baca : Pemerintah Ajukan 4 Syarat Blokir Telegram Dibuka

“Minggu ini akan segera dipulihkan,” tegas Semmy.

Keputusan yang dilakukan pada 14 Juli 2017 tersebut sempat menuai kecaman pengguna Telegram di Indonesia, dan berakibat diblokirnya akun Twitter Presiden Jokowi setelah dihujani tagar #BlokirJokowi. ( ibr )

Reaksi Pemblokiran Telegram ? #BlokirJokowi

Bagikan artikel ini :