Home Haji dan Umrah Qatar Tuduh Arab Saudi Mempolitisasi Haji

Qatar Tuduh Arab Saudi Mempolitisasi Haji

746
0
Sebagai penjaga situs tersuci Islam di Mekah dan Madinah, Arab Saudi menyelenggarakan ibadah haji tahunan [File: Reuters]
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Doha ) — Qatar menuduh Arab Saudi mempolitisasi ibadah haji, mengklaim bahwa Riyadh telah memberlakukan pembatasan terhadap warga negara Qatar yang berencana melakukan perjalanan ke Mekah untuk ziarah Muslim tahunan.
 
Komisi Hak Asasi Manusia Nasional Qatar (NHRC) mengatakan pada hari Sabtu(29/7/2017) bahwa warga Qatar telah diberitahu bahwa mereka hanya dapat memasuki Arab Saudi melalui dua bandara dan mereka harus melakukan perjalanan melalui Doha untuk diizinkan masuk.
 
Ini akan menjadi tantangan bagi orang Qatar yang tidak tinggal di Doha, seperti mereka yang belajar di luar negeri.
 
NHRC mengatakan telah mengajukan komplain kepada utusan khusus PBB mengenai kebebasan beragama dan beragama mengenai pembatasan tersebut, yang menurutnya berada dalam “pelanggaran berat terhadap hukum dan kesepakatan internasional yang menjamin hak untuk beribadah”.
 
Pembatasan tersebut merupakan bagian dari boikot yang diluncurkan pada 5 Juni oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir, yang melihat kelompok tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memberlakukan blokade.
 
Mereka menuduh Qatar mendanai “terorisme”, tuduhan yang ditolak Qatar dengan keras. Keempat negara Arab memangkas hubungan transportasi dengan Qatar, dan Arab Saudi telah menutup perbatasan darat semenanjung.
 
NHRC mengatakan bahwa “sangat prihatin atas [Arab Saudi] mempolitisir ritual keagamaan dan menggunakan [haji] untuk mencapai keuntungan politik”.

baca : Qatar Bantah Klaim Koridor Udara Negara-negara Arab
 
“Pihak berwenang Saudi telah mengizinkan jamaah Qatar masuk ke Arab Saudi hanya melalui dua bandara melalui Qatar saja, sehingga warga Qatar manapun yang berada di luar Qatar, pertama-tama harus kembali ke Qatar, kemudian melakukan perjalanan ke Arab Saudi,” katanya.
 
sumber : Al Jazeera
editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :