Home Internasional ISIL Mengaku TanggungJawab Atas Serangan Dekat Kedubes Irak di Kabul

ISIL Mengaku TanggungJawab Atas Serangan Dekat Kedubes Irak di Kabul

602
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Kabul ) — ISIL mengaku bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi terhadap kedutaan Irak di Kabul. Serangan yang terjadi pada hari Senin (1/8/2017) dimulai dengan seorang pembom bunuh diri yang meledakkan sebuah ledakan di pintu masuk . Tiga orang bersenjata kemudian menerobos asap dan kekacauan untuk masuk ke kompleks diplomatik.

Para penyerang bertukar tembakan dengan tentara Afghanistan selama beberapa jam dan pertempuran tersebut membuat asap hitam tebal mengepul di bagian kota. Kuasa kuasa kedutaan Irak dievakuasi ke kedutaan Mesir di dekatnya saat pasukan keamanan berjuang untuk mengamankan daerah tersebut.

Pasukan keamanan Afghanistan mengatakan bahwa mereka membunuh ketiga penyerang tersebut namun hanya setelah pertempuran berjam-jam yang membawa kawasan bisnis ibukota Afghanistan terhenti dan memaksa evakuasi diplomat Irak dari kedutaan tersebut.

Serangan tersebut merupakan yang terakhir dalam serangkaian serangan mematikan baru-baru ini di Kabul dan datang saat AS mempertimbangkan untuk mengirim lebih banyak tentara kembali ke negara tersebut untuk mencoba menguatkan situasi keamanan yang memburuk.

Terdapat perdebatan dalam laporan tentang jumlah korban, dimana pemerintah Irak mengatakan dua petugas keamanan tewas sementara kementerian dalam negeri Afghanistan mengatakan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

“Kami mendengar dua ledakan di dekat kedutaan Irak dan sebagian bangunan tersebut telah rusak,” kata Mohsen Negaresh, seorang saksi mata kepada Al Jazeera.

Pasukan AS di Afghanistan telah berulang kali menargetkan ISIL, menewaskan kepalanya Abu Sayed dan beberapa penasihat senior dalam serangan 11 Juli di Kunar, menurut Pentagon.

Keputusan untuk menyebarkan apa yang disebut Mother Of All Bombs (MOAB) juga menargetkan tempat persembunyian ISIL di provinsi Nangarhar, menurut kementerian pertahanan Afghanistan, meskipun pertempuran di wilayah tersebut terus berlanjut.

Pejabat Pentagon mengatakan bahwa kelompok tersebut sekarang jumlahnya kurang dari 1.000 di Afghanistan.

“Kami akan terus-menerus dalam kampanye melawan ISIS-K. Tidak ada tempat yang aman di Afghanistan,” kata Jenderal John Nicholson, komandan pasukan AS di Afghanistan, dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (30/7/2017) yang mengkonfirmasikan beberapa kematian tersebut dalam serangan 11 Juli.

“Kami akan memburu mereka sampai mereka tidak lagi menjadi ancaman bagi rakyat Afghanistan dan wilayah ini,” katanya.

sumber : Al Jazeera dan Telegraph
editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :