Home Eropa & Amerika Respon Sanksi, Rusia Akan Usir 755 Diplomat Amerika

Respon Sanksi, Rusia Akan Usir 755 Diplomat Amerika

443
1
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Moskow ) — Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan mengusir 755 staf diplomatik AS dan dapat mempertimbangkan untuk menerapkan tindakan tambahan terhadap Amerika Serikat sebagai tanggapan atas sanksi baru AS.

Sebelumnya AS mengeluarkan sanksi baru terhadap Rusia, dimana sebagian merupakan tanggapan terhadap kesimpulan penyelidikan Badan intelijen AS yang menyebutkan kalau Rusia terlibat dalam dalam pemilihan presiden AS tahun 2016, dan untuk selanjutnya menghukum Rusia karena aneksasinya Crimea pada tahun 2014.

Dalam sebuah wawancara di televisi televisi pada hari Minggu (30/7/2017) Putin memerintahkan perpindahan tersebut karena dia “pikir inilah saatnya untuk menunjukkan bahwa kami tidak akan meninggalkannya tanpa jawaban”.

Moskow meminta AS pada hari Jumat (28/7/2017) untuk memotong ratusan staf diplomatik dan mengatakan akan menyita dua properti diplomatik AS setelah Dewan Perwakilan AS dan Senat menyetujui sanksi baru terhadap Rusia.

Rusia mengatakan bahwa AS memiliki tenggat waktu sampai 1 September 2017 untuk mengurangi staf diplomatiknya di Rusia menjadi 455 orang, sebagai jumlah sebanding atas diplomat Rusia yang tersisa di AS setelah Washington mengusir 35 orang Rusia pada bulan Desember 2016 lalu.

Putin juga menegaskan kembali bahwa sanksi AS merupakan langkah memburuknya hubungan kedua negara.

“Kami menunggu cukup lama bahwa mungkin ada sesuatu yang akan berubah menjadi lebih baik, bertahan berharap situasinya akan berubah entah bagaimana. Tetapi nampaknya bahkan jika berubah suatu hari nanti tidak akan berubah segera,” kata Putin.
Namun, dia mengatakan Moskow dan Washington mencapai hasil kerja sama bahkan “dalam situasi yang cukup sulit ini”.

Hubungan AS-Rusia telah semakin tegang setelah lembaga-lembaga intelijen AS menyimpulkan bahwa Kremlin mencampuri pemilihan umum AS untuk mendiskreditkan Hillary Clinton dan membantu Presiden Donald Trump memenangkan pemilihan.

Rusia menolak telah disebut ikut campur tangan dalam pemilihan AS. Penasihat Khusus Robert Mueller, mantan direktur FBI, sedang menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016 dan apakah kampanye Trump mungkin berkolusi dengan Rusia – tuduhan bahwa Trump dan rekan-rekannya telah dengan keras membantahnya.

dilansir dari Al Jazeera
editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :