Home Hukum & Kriminal Pernyataan Kapolrestabes Semarang Sebut Penolak Perppu Kroni HTI Menuai Bantahan

Pernyataan Kapolrestabes Semarang Sebut Penolak Perppu Kroni HTI Menuai Bantahan

522
0
Saya tegaskan, yang menolak Perppu Ormas saya simpulkan kroninya HTI
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) — Pernyataan kontroversi cenderung provokatif yang diucapkan Kapolrestabes Semarang
Kombes Abiyoso Seno Aji bahwa yang menolak Perppu Ormas sebagai kroni HTI kian mendatangkan kecaman dan bantahan.

“Saya tegaskan, yang menolak Perppu Ormas saya simpulkan kroninya HTI,” ketus Abiyoso.

Anggota komisi III DPR, Aboe Bakar Alhabsyi mengaku berang dengan pernyataan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji yang menyebut siapapun yang menolak Perppu Ormas adalah kroni-kroni dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Aboe Bakar sangat menyayangkan ada aparat kepolisian yang mengeluarkan pernyataan seperti itu.

Seperti diketahui, Jum’at (21/7/2017) Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji mengatakan bahwa yang menolak Perppu Ormas adalah kroninya HTI.

“Saya menyayangkan adanya aparat kepolisian yang mengklaim bahwa menolak Perppu berarti kroni HTI sebagaimana dilansir beberapa media. Ini sama saja fait accompli kewenangan DPR, karena kewenangan DPR adalah menyetujui atau menolak Perppu,” ujar Aboe Bakar, di Jakarta, Ahad (23/7/2017), sebagaimana dilansir Teropong Senayan.

Wakil Koordinator Bidang Advokasi Kontras, Yati Andriani membantah dengan tegas pelabelan untuk orang-orang yang menolak Perppu Ormas sebagai kroni HTI, seperti dilansir dari Panjimas.

“Menolak Perppu bukan berarti mendukung satu kelompok tertentu,” kata Yati Andriani di aula KH. Ahmad Dahlan, Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

Yati mengakui bahwa dirinya mendukung setiap upaya penanganan atau pemberantasan ekstremisme dan intoleransi. “Tetapi, cara-cara penanganannya sekali lagi tidak bisa dengan cara-cara melanggar hukum dan cara-cara yang tidak bermartabat dan tidak akuntabel,” tegasnya.

Sebelumnya juga pada Kamis (20/7/2017) Abiyoso melalui Surat B/2252/VII/2017/Restabes Smg, tertanggal 20 Juli 2017 menegaskan jika dirinya melarang segala bentuk kegiatan aksi unjuk rasa yang menolak Perppu Ormas di wilayah hukum Polrestabes Semarang.

Abioso menegaskan jika aksi tersebut tetap dilaksanakan pihaknya tidak segan akan mengambil tindakan tegas dengan membubarkan aksi tersebut

Tidak hanya itu, Abiyoso juga menolak segala aksi yang digelar di Semarang dengan tujuan untuk menolak Perppu tersebut.
“Saya tidak izinkan untuk demo. Demo baru diizinkan pada Selasa Kliwon 2030,” ujar Abiyoso.

Abiyoso bahkan dengan nada provokatif menyatakan, bakal mengambil langkah tegas apabila ada massa yang nekat menggelar demonstrasi menolak Perppu. Jalan Pahlawan yang melintang di depan Kantor Pemprov Jateng dipastikan bakal menjadi medan perang.

“Dari kelompok yang mau demo, silakan keluarkan senjata api dari gudangnya. Kalau mereka nekat, berarti akan terjadi pertumpahan apa yang harus ditumpahkan di sepanjang Jalan Pahlawan (lokasi kantor gubernur Jawa Tengah, red) ini,” ancamnya.(ibr)

Bagikan artikel ini :