Home Daerah Impian Terwujud, Petugas Kebersihan Masjid Naik Haji

Impian Terwujud, Petugas Kebersihan Masjid Naik Haji

670
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Tulungagung ) — Ketika Allah SWT berkehendak, tidak ada yang mampu menghalangi. Hal ini terbukti saat Mulyono (75 tahun), yang sehari-harinya menjadi menarik becak dan relawan kebersihan di Masjid Jami’ Al-Munawar, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur bersiap ke Tanah Suci, Makkah untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

Dalam satu perbincangan, Mulyono, bapak dengan 3 anak angkat ini mengaku, menunaikan ibadah haji untuk melaksanak ibadah rukun Islam kelima laiknya mimpi yang tak akan pernah kesampaian. Angannya yang dulu hanya segenggam mimpi.

“Semoga Engkau beri hambamu ini kesempatan memeluk dan mencium Hajar Aswad-Mu yaa Rabb”. Begitulah penggalan doa yang selalu dipanjat Mulyono tiap kali bersujud usai shalat di Masjid Agung Al-Munawar, dari waktu ke waktu.

Sampailah suatu ketika Mulyono pada sekitar 2011 menghadiri ziarah haji salah seorang jamaah Masjid Al-Munawar. Mimpi dan angan-angan Mulyono yang sudah kian uzur, tiba-tiba membuncah.

Sepulang dari ziarah, Mulyono “kelepasan” mencurahkan isi hatinya menunaikan ibadah suci itu ke istrinya yang sudah almarhum, Muslikah, dan terdengar anak bungsunya, Lilik Mulyani (29).

“Sebelum daftar, ayah saya ini sempat ‘curhat’. Apakah bisa berangkat haji dengan gaji segitu. Saya bilang, kalau Allah menghendaki pasti bisa,” kata Lilik bertutur.


Kloter Pertama Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

“Dari situlah saya mendapat informasi program dana talangan haji yang dikeluarkan sebuah bank syariah,” kata Lilik.

Atas permintaan Lilik, pihak bank lalu memesan kursi untuk Mulyono, senilai Rp 25 juta. Namun kabar baik tak langsung disampaikan Lilik kepada bapaknya yang tiap siang berangkat ke Masjid Al-Munawar yang berjarak sekitar tiga kilometer dari rumahnya dengan jalan kaki.

Disimpannya dulu, sampai akhirnya pada November 2011, Lilik resmi mendaftarkan haji sang bapak dengan mahar atau biaya awal Rp 2,5 juta.

Dana talangan Rp 25 juta itulah yang harus diangsur Mulyono selama enam tahun. Dari jadwal tunggu, seharusnya Mulyono berangkat pada 2021 mendatang.

“Bapak beruntung jadwal keberangkatannya maju, beberapa tahun lebih awal berkat adanya penambahan kuota haji dari pemerintah Arab untuk Indonesia, serta sebagian calon peserta jamaah haji yang menunda keberangkatan dengan berbagai alasan,” tutur Lilik.

Usia Mulyono yang yang masuk kategori lanjut usia atau lansia memperlapang jalannya untuk segera menjejak Tanah Suci, Makkah. Mulyono mendapat jatah prioritas.

“Di KBIH tempat ayah saya ini ada tujuh orang lansia. Ayah saya satu-satunya yang tidak memerlukan pendamping,” tutur Lilik.

Mulyono adalah petugas kebersihan Masjid Agung Al Munawwar Tulungagung, sejak 30 tahun silam. Setiap bulan ayah tiga anak dan kakek lima cucu ini mendapat upah Rp 300 ribu.
“Dari dulu honornya ya segitu tidak pernah berubah. Tapi saya selalu mensyukurinya, karena niatan saya adalah untuk ibadah,” tutur Mulyono.

Alhamdulillah, meski tampak kecil Mulyono tidak pernah kekurangan. Sedekah dan infaq mengiringi perjalanan hidupnya meski tidak pasti.

Setelah terdaftar resmi di salah satu bank syariah atas bantuan putri bungsunya, setiap bulan Muyono tertib mengangsur pembayaran sebesar Rp 500 ribu.

Baca : Bingung Cari Hutang, Pemerintah Incar Dana Haji

Seluruh uang hasil jerih payahnya membersihkan masjid digunakan semua untuk membayar angsuran, ditambah uang tabungan selama bertahun dia kumpulkan.

“Begitu saya niat berangkat haji, banyak jamaah yang memberi infaq kepada saya. Hasilnya dikumpulkan untuk angsuran. Kalau ada sisa dipakai untuk keperluan,” tutur Mulyono.

Dari banyak infaq itu pula Mulyono terbantu melakukan pelunasan yang nilainya sekitar Rp 11 juta.

Kini setelah semuanya administrasi dan persyaratan terpenuhi, Mulyono yang telah mengikuti seremoni pelepasan bersama 1.102 calon jamaah haji se-Tulungagung kini fokus pada latihan fisik. ( ibr disunting dari ihram.co.id )

Bagikan artikel ini :