Home Nasional Delegasi Aksi 287 Sampaikan Gugatan Perppu Ormas ke Mahkamah Konstitusi

Delegasi Aksi 287 Sampaikan Gugatan Perppu Ormas ke Mahkamah Konstitusi

414
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) — Aksi 287 yang diikuti ribuan massa dari berbagai ormas dan perorangan bergerak ke gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dari Masjid Istiqlal Jakarta. Mereka turun untuk berunjuk rasa menolak Peraturan Perintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 2 Tahun 2017. Aksi yang berjalan dengan tertib dan damai ini bertujuan mengajukan gugatan Perppu Ormas ke Mahkamah Konstitusi.

Para peserta aksi berjalan kaki sambil berdoa. Sebagian massa juga terlihat membawa bendera dan spanduk. Ada juga ikut meneriakkan kebebasan warga Palestina dengan membawa atribut bendera Palestina. Mereka berkumpul di sekitar patung kuda, Jalan Silang Monas Barat Daya.

Setelah melewati pintu Monas Medan Merdeka Utara melalui Pintu Barat Laut dan masuk ke Monas, massa keluar di Pintu Barat Daya.

Empat ormas dan enam anggota ormas yang bertindak sebagai perorangan, telah resmi mengajukan gugatan untuk melakukan Judicial Review Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) keormasan Nomor 2 tahun 2017, Jumat siang tadi (28/7/2017) di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl. Merdeka Barat, Jakarta.

Kuasa Hukum Gerakan Nasional Pembela Fatwa – MUI (GNPF-MUI), Kapitra Ampera, ditunjuk menjadi kuasa hukum Uji Materi Perppu Ormas ini memimpin ormas-ormas dan perseorangan yang melakukan gugatan secara bersama, mendatangi Mahkamah Konstitusi.

Baca : Perppu Dibuat Karena Negara Genting, Presiden Sempat Main Vlog, Ngangon Kambing dan Kodok

Gugatan atas Perppu ini pertama kali dilakukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menjadi korban langsung pasca pemberlakuan Perppu, sedangkan gugatan kedua dilakukan oleh PERSIS yang diketuai Drs. Jeje Jainudin, MA.

Berdasarkan dokumen pengajuan Judicial Review ke Mahkamah Agung, diketahui keempat ormas tersebut secara berurutan adalah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Forsab (Forum Silaturahmi dan Pengajian Indonesia), Perkumpulan Pemuda Muslimin dan Perkumpulan Hidayatullah.

Sedangkan pengajuan secara perseorangan, masing-masing dilakukan oleh para tokoh ormas. Masing-masing adalah Wakil Ketua Umum Bidang Dewan Da’wah, Drs. Amlir Saifa Yasin, MA; Sekretaris Umum Forsab Hj. Juriyati Anwar; H. Mukhlis Al-Zamzami dari Pemuda Muslimin, Sekretaris Umum FPI, H. Munarman; dan Sekjen DPP Hidayatullah, Ir. Chandra Kurnianto.

Sebagaimana diketahui bersama, Perppu Nomor 2/Tahun 2017 telah diterbitkan pemerintah untuk mengganti Undang-Undang No. 17 tahun 2013 yang dinilai tidak memberikan kewenangan yang cukup untuk dapat mengenakan sanksi yang efektif kepada Ormas yang dianggap bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Bahwa syarat-syarat diterbitkannya Perppu itu sudah diatur oleh undang-undang. Jadi tidak (boleh) sembarangan Presiden mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-Undang, kecuali memenuhi tiga hal: Keadaan yang betul-betul urgent (genting), ada kefakuman hukum dan ada hukum yang tidak memenuhi suatu peristiwa,” Demikian Kapitra Ampera menjelaskan.

Ditanya sejauh mana peluangnya memenangkan gugatan, Kapitra Ampera yakin gugatan ini akan dimenangkan mengingat ketiga syarat diterbitkannya Perppu tidak terpenuhi dalam proses penerbitan Perppu No. 2/2017 ditambah secara materi, pasal-pasal dalam Perppu tersebut bermasalah.

Kapitra Ampera menekankan pernyataannya bahwa Perppu itu harus dibatalkan. Namanya peraturan, maka Perppu itu tentu berlaku unity, generalize, universal dari Sabang sampai Merauke. Karena ini berlaku untuk semua masyarakat Indonesia.

“Maka kita muncul untuk mengkoreksinya. Karena ancaman itu (tersebut dalam materi Perppu – Red) adalah ancaman bagi kita sebagai manusia Indonesia yang mempunyai hak untuk bersuara, berserikat dan berkumpul. Dan (kebebasan-Red) itu yang terancam oleh peraturan pengganti undang-undang ini” ujar Kapitra.

Kapitra berharap Mahkamah Konstitusi dapat berlaku adil dalam memutuskan sidang gugatan ini.( ibr )

Kumpulan foto udara kegiatan Aksi 287 yang berlangsung usai sholat Jumat, 28 Juli 2017.

Foto : dari berbagai sumber

sumber : Kiblat.net, Arrahmah, Beritajeneponto

Bagikan artikel ini :