Home Internasional Serangan Bersenjata di Kompleks Kedutaan Israel di Amman, Yordania

Serangan Bersenjata di Kompleks Kedutaan Israel di Amman, Yordania

612
0
Pasukan keamanan berjaga-jaga di luar kedutaan Israel di lingkungan perumahan Rabieh ibukota Jordania, Amman, menyusul sebuah 'insiden' pada 23 Juli 2017. AFP PHOTO / khalil mazraawi
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Amman ) — Seorang warga Yordania terbunuh, seorang terluka lainnya dan seorang ‘Israel’ terluka parah di kedutaan ‘Israel’ di Amman Yordania, demikian sebuah pernyataan polisi yang menolak untuk diidentifikasi atau memberikan rincian lebih lanjut.

“Sebuah penyelidikan awal mengindikasikan bahwa tiga orang terluka, satu orang Israel yang dibawa ke rumah sakit,” katanya, menambahkan bahwa dua warga Yordania terluka dan satu lainnya meninggal karena luka-lukanya.

Sebelum terjadinya penembakan, sejumlah orang Yordania memasuki gedung apartemen untuk pekerjaan kayu, lapor Washington Post, mengutip sebuah pernyataan dari Direktorat Keamanan Publik kerajaan tersebut.

Hala Akhbar, sebuah situs berita yang terkait dengan militer Yordania, mengatakan bahwa korban dari orang ‘Israel’ berada dalam kondisi “tidak stabil”.

Dampak dari peristiwa tersbut pasukan keamanan Yordania ditempatkan di jalan-jalan di sekitar kedutaan, kata seorang koresponden AFP.

‘Israel’ dan Yordania terikat oleh sebuah perjanjian perdamaian tahun 1994, namun ketegangan meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah tindakan keamanan ‘Israel’ di sebuah situs suci Palestina yang sangat sensitif di Yerusalem timur yang diduduki ‘Israel’.

Kebanyakan dari 7 juta warga Yordania berasal dari Palestina, mereka atau orang tua mereka diusir atau melarikan diri ke Yordania dalam pertempuran yang menyertai pembentukan ‘Israel’ pada tahun 1948.

Pada hari Jumat ( 21/7/2017 ), ribuan orang Yordania turun ke jalan-jalan di Amman untuk mengecam tindakan ‘Israel’ di kompleks masjid Haram al-Sharif, yang dikenal orang Yahudi sebagai Temple Mount.

Israel menutup kompleks Masjid tersebut pada tanggal 14 Juli setelah Israel Arab menyerang dan membunuh dua petugas polisi di dekatnya. Kekerasan demi kekerasan terjadi antara pasukan keamanan Israel dan Palestina yang menuntut agar ‘Israel’ mencabut detektor logam dipasang di luar situs setelah serangan.

sumber : MiddleEastEye
editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :