Home Edukasi Kenali dan Waspada Tanda Anak yang Suka Membuli Temannya

Kenali dan Waspada Tanda Anak yang Suka Membuli Temannya

509
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) — Belum lama ini terjadi kasus pembulian yang dilakukan oleh pelajar SMP di Jakarta, yang berakibat dikembalikannya para pelaku pembulian dari sekolah ke orang tua masing-masing. Banyak hal yang menjadi latar belakang kasus ini. Namun, sadarkah kita bahwa anak kita bukan saja bisa menjadi korban buli tapi mungkin pelaku pembulian.

Untuk mengantisipasi hal ini, kenalilah tanda-tandanya. Berikut diantara potensi yang dimiliki oleh anak yang suka membuli temannya :

1. Tidak memiliki empati
Ada teman yang menangis, terluka, atau mengalami kesulitan, tetapi ia tidak peduli dan tak mau ambil pusing. Tidak tergerak hatinya sedikit pun untuk menolong.

Orangtua bisa mengajarkan anak sejak dini untuk membantu orang lain, misalnya mengambilkan minum untuk kakaknya yang baru pulang sekolah, bagi sang kakak bisa membuatkan adik susu ketika haus. Ajarkan perhatian sesama saudara, teman, tetangga, sehingga anak menjadi peka dan mampu berempati atas kebutuhan orang lain.

2. Agresif
Anak suka marah-marah ketika tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya? Bukan hanya ngambek, tapi juga melampiaskan kemarahannya dengan membanting barang, memukul, atau tindakan kekerasan lainnya?

Jangan dibiarkan! Sejak awal beritahu ia bahwa itu bukanlah perbuatan baik. Sampaikan dengan kata-kata yang lembut dan tanpa ego sebagai orang tua. Ingat, anak bisa merasakan hawa marah meski orang tua bicara tidak bersuara keras.

Jika sedari awal kita bisa mengarahkan anak-anak yang punya kecenderungan agresif, semoga ia mengerti untuk tidak melampiaskan agresivitasnya untuk menyakiti orang lain.

3. Sering bicara negatif
Bicara kotor, jorok, vulgar, kasar, atau membicarakan keburukan temannya dengan nada kasar, sebagai orang tua, Anda membiarkan saja hingga hal tersebut menjadi kebiasaan anak.

Beritahukan ajaran Islam yang mengajarkan kesopanan dan larangan berkata buruk. Buat kesepakatan bersama anak, kata-kata apa saja yang tak boleh diucapkan.
Sampaikan bagaimana bila kata-kata tersebut ditujukan pada anak, tentunya bukan hal yang menyenangkan bukan ?

Ingat penggunaan kata-kata negatif secara langsung akan mempengaruhi kondisi otak anak secara perlahan namun pasti dan pastinya akan membawa anak menjadi generasi sosiopath atau bahkan psikopat.

4. Biasanya berkelompok
Anak suka berkelompok? Dan teman-teman kelompoknya terlihat ‘liar’? Waspadailah, karena biasanya anak yang suka membuli memang hobinya berkelompok atau dalam sebuah genk.

Ajarkan anak untuk berteman dengan siapa saja, dan mencari teman-teman dekat dari kalangan yang baik akhlaknya.

5. Sering terpapar adegan kekerasan
Bagi orangtua, coba lihat dan perhatikan tayangan apa saja yang dilihat oleh anak-anakmu, dan game apa saja yang terinstal di hapenya. Anak-anak baik pun bisa menjadi pembuli kalau terlalu sering melihat adegan kekerasan dalam permainan yang dimainkannya.

Jangan lupa, film kartun saat ini pun banyak sekali menyelipkan adegan kekerasan seperti pukulan, tendangan, jambakan, tembakan, yang tentu saja memerlukan bimbingan orangtua agar anak paham bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan di dunia nyata.

Bukan hanya film kartun, bahkan tontonan di televisi meskipun bukan film kekerasan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi pola tingkah laku anak.

Solusinya, hentikan kebiasaan anak menonton televisi, dan tentunya harus dimulai dari orang tua.

6. Ingin mendominasi
Anak yang berpotensi membuli biasanya selalu ingin mendominasi, ia akan memaksa orang sekitarnya mengikuti kemauannya, dia hobi mengatur orang lain dan menyuruh-nyuruh.

Jika melihat potensi ini di diri anak kita, berilah pengertian untuk mau memahami kebutuhan orang lain juga. “Adik maunya begini, tapi coba tanyakan teman… dia maunya seperti apa, kalian buat kesepakatan bersama.”

Hati-hati… jangan-jangan kesukaan anak mendominasi karena mencontoh kelakuan kita sebagai orangtuanya yang hobinya menyuruh-nyuruh anak.

Demikianlah beberapa tanda anak yang berpotensi membuli, semoga kita bisa mengarahkan anak-anak kita agar menjadi sosok pribadi shalih dan shaliha yang jauh dari sikap menyakiti orang lain.

sumber : muslimahzone.com

editor : Ibrahim

Bagikan artikel ini :