Home Gaya Hidup Jantung Artifisial dari Silikon, Solusi Transplantasi Jantung

Jantung Artifisial dari Silikon, Solusi Transplantasi Jantung

1348
0
Jantung Artifisial dari Silikon, Solusi Transplantasi Jantung
Peneliti EHT Zurich, Swiss, mengembangkan jantung buatan dari silikon. Mirip dengan ukuran jantung asli. Bisa mempersingkat waktu tunggu pasien cangkok jantung.
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Swiss ) —Sekitar 26 juta orang di seluruh dunia menderita gagal jantung. Penderita gagal jantung selama ini harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan jantung donor. Sebab tidak semua orang bersedia menyumbangkan jantungnya ketika sudah meninggal dunia. Kalaupun bersedia, belum tentu jantungnya layak didonorkan.

Tetapi tidak lama lagi harapan tersebut terpenuhi. Peneliti Universitas EHT Zurich, Swiss, telah mengembangkan jantung artifisial. Berat jantung silikon itu 390 gram dengan volume 679 cm3. Bobotnya melebihi jantung manusia normal.

Bentuknya lunak, dan terbuat dari silikon. Jantung tersebut dicetak mirip dengan jantung manusia, memiliki bilik dan serambi juga. Bedanya, ada satu ruangan lagi yang berfungsi sebagai mesin jantung untuk menggerakkan pompa eksternal. Hasil studinya dimuat dalam Jurnal Artificial Organ.

Seperti dilansir situs sciencealert.com (18/7/2017), Nicholas Cohrs, ketua tim peneliti, mengatakan, bahwa dengan temuan tersebut, upaya mengganti jantung manusia yang rusak tanpa memerlukan transplantasi semakin dekat.

Ia berharap jantung karyanya dapat menggantikan pompa mekanis, yang selalu berisiko mengalami kegagalan atau menimbulkan komplikasi dalam tubuh. Pada saat ini pompa mekanis digunakan pasien gagal jantung yang tengah menunggu ketersediaan jantung donor.

“Tujuan kami adalah mengembangkan jantung buatan yang berukuran kira-kira sama dengan ukuran pasiennya sendiri dan yang meniru jantung manusia semaksimal mungkin dalam bentuk dan fungsinya,” kata Nicholas Cohrs.

Toh ia menyadari masih banyak kelemahan dari jantung silikon. Jantung tersebut hanya mampu berdetak selama 3.000 detak. Maka, ia berharap kekuatan dan material jantung masih bisa ditingkatkan. “Ini hanya sebuah uji kelayakan,” kata Cohrs.

Riset untuk membuat jantung buatan memang terus dilakukan banyak periset. Selain yang dilakukan Cohrs, sejumlah ilmuwan juga bekerja keras menciptakan pemompa darah yang handal. Bulan lalu, ilmuwan menjelaskan bagaimana pemrograman gen anemon laut bisa membuka jalan untuk mengarahkan sel punca manusia untuk menggantikan jaringan sel jantung yang rusak.

Sementara itu, awal tahun ini sebuah tim dari Worcester Polytechnic Institute (WPI), Amerika Serikat, menggunakan daun bayam untuk menghasilkan jaringan jantung yang berfungsi, lengkap dengan pembuluh darah yang bisa mengangkut darah.

Empat tahun lalu, jantung buatan berhasil diciptakan Alain Carpentier. Jantung buatannya mampu secara otomatis mengatur kontraksi dan relaksasi jantung. Terdapat sensor dan prosesor mikro yang bisa memantau perubahan internal tubuh pasien, sehingga dapat mengontrol aliran darah.
Kelemahannya, pasien pengguna jantung tidak boleh beraktivitas berlebihan. Jantung tadi pernah ditanamkan pada pasien berumur 75 tahun. Operasi yang berlangsung 10 tahun itu dilaksanakan di Georges Pompidou European Hospital, pertengahan Desember 2013.

Gagal jantung merupakan salah satu penyakit jantung. Gagal jantung timbul karena kondisi otot jantung melemah sehingga tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh secara optimal. Ia bisa timbul dari penyakit jantung koroner dan serangan jantung yang berlangsung terus-menerus terjadi. Atau bisa pula karena gangguan irama jantung atau otot jantung. Hipertiroid, kelainan jantung bawaan, diabetes, dan anemia juga bisa memicu gagal jantung.

Sedangkan gejala umum gagal jantung, antara lain sesak napas, pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki, serta sering lelah. Tapi untuk memastikannya, perlu pemeriksaan dengan alat pemindai echocardiogram, elektrokardiogram, dan pemeriksaan darah.

Di Indonesia berdasarkan data riset kesehatan dasar yang digelar Kementerian Kesehatan 2013, prevalensi gagal jantung sebesar 0,5% dari total jumlah penduduk Indonesia. Jika penduduk Indonesia berjumlah 261 juta jiwa per 2016, maka penderita gagal jantung ditaksir berjumlah sekitar 1,3 juta jiwa. Mereka semua menunggu cangkok jantung. Masalahnya, selain terbatas, biaya cangkok jantung juga sangat mahal, dan tidak semua rumah sakit bisa melakukannya.

sumber : WartaPilihan

Bagikan artikel ini :