Home Daerah Tingkatkan Produksi Tambak Udang, Mahasiswa Unair Ciptakan Kincir Tenaga Magnet

Tingkatkan Produksi Tambak Udang, Mahasiswa Unair Ciptakan Kincir Tenaga Magnet

1226
0
TIM mahasiswa FPK UNAIR ketika sedang merancang gagasannya tentang KTM. (Foto: Dok PKMKC FPK)
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Surabaya ) — Upaya meningkatkan budi daya udang tidak lepas dari aerasi yang cukup besar. Aerasi yang besar ini dibutuhkan agar kelarutan oksigen dalam kolam dan kadar pH air tetap stabil. Berangkat dari kondisi itulah 5 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (Unair) melakukan inovasi kincir air tenaga magnet (KTM) dengan konsep bebas energi yang tentunya lebih efisien.

Team yang terdiri dari Hafit Ari Pratama, Muhammad Zulfikar Alfian Bahtiar, Irfan Mahbuby, Anisa Redhita Sari, dan Zakariya ini mengajukan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berjudul “Kincir Tenaga Magnet” (KTM).

Dibawah bimbingan dan arahan dosennya, Putri Desi Wulan Sari, S.Pi, M.Si., proposal ini berhasil lolos dari penilaian Dikti sehingga berhak atas hibah dana dari Kemenristekdikti dalam program PKM tahun 2016-2017. Dari dana inilah prototip dari gagasan tersebut direalisasikan oleh Hafit Dkk.

Latar belakang dilakukan inovasi kincir air tenaga magnet ini adalah pada pembudidayaan intensif, khususnya budidaya udang vannamei, dimana pengeluaran satu siklus yang mencapai puluhan juta rupiah per hektarnya sebagai biaya operasional. Biaya operasional tersebut selain masalah pakan juga biaya untuk menggerakkan kincir air di kolam untuk aerasi, demikian jelas Hafit didampingi rekan setimnya.

Selama ini kincir air ( tambak udang ) digerakkan menggunakan bahan bakar solar, dimana biayanya dapat mencapai 50% dari total biaya operasional. Sementara kincir air yang digerakkan dengan listrik juga masih memakan biaya yang relatif mahal, yakni biaya listrik masih mencapai hingga 30% dari biaya operasional. Selain itu listrik yang dikeluarkan harus memiliki daya cukup tinggi, sehingga efisiensinya dapat digolongkan masih rendah.

Untuk itulah inovasi dengan Kincir Tenaga Magnet ( KTM ) ini berusaha menjadi solusi atas inefisiensi yang ada selama ini.

Mekanisme KTM 

Mula-mula kincir digerakkan dengan bantuan dinamo yang diputar oleh tenaga listrik dari aki. Pada saat kincir memutar terjadi induksi gaya gerak listrik ( GGL ) yang dihasilkan oleh perputaran magnet dalam piringan yang berbenturan dengan kumparan kawat pada kerangka KTM. GGL Induksi inilah yang kemudian menghasilkan listrik dan disimpan pada aki.

”Selanjutnya aki akan memutar dinamo dengan energi listriknya, dan dinamo menggerakkan kincir, begitu seterusnya,” jelas Hafit.

Dari konsep free energy diatas, ternyata masih belum optimal, karena KTM tidak dapat terus berputar selamanya, tapi akan berhenti pada waktunya. Untuk itulah dilakukan optimasi dengan cara menambah magnet dan koil, sehingga energi yang disimpan dalam aki dapat lebih banyak.

Kelebihan dari Kincir Air Tenaga Magnet (KTM) buatan mahasiswa FPK UNAIR ini lebih ramah lingkungan dan dapat dioperasikan tanpa menggunakan daya yang besar. Selain itu juga memiliki efisiensi lebih tinggi dari solusi yang ditawarkan sebelumnya, yaitu diperkirakan dapat menghemat biaya hingga 40% jika dibandingkan dengan menggunakan listrik.

sumber : humas Universitas Airlangga

editor : Ibrahim

 

Bagikan artikel ini :