Home Eropa & Amerika Donald Trump Akhirnya Nurut Putin Soal Suriah

Donald Trump Akhirnya Nurut Putin Soal Suriah

377
0
US forces, accompanied by Kurdish People's Protection Units (YPG) fighters, drive their armoured vehicles near the northern Syrian village of Darbasiyah, on the border with Turkey on April 28, 2017. / AFP PHOTO / DELIL SOULEIMAN
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Washington ) – Soal Suriah, akhirnya Presiden Donald Trump akan menghentikan CIA dalam mempersenjatai dan melatih oposisi Suriah yang berperang melawan rezim Bashar al-Assad, demikian disampaikan pejabat AS pada hari Rabu (19/7/2017).

Menurut the Washington Post, pejabat yang tak dikenal itu mengatakan bahwa Rusia menganjurkan keputusan tersebut dan bahwa menyatakan langkah itu menunjukkan kesediaan Presiden Trump untuk bekerja dengan Kremlin di Suriah.

Pejabat pemerintah mengatakan kepada the Washington Post bahwa Trump berjanji untuk menyelesaikan program tersebut pada sebuah pertemuan antara Direktur CIA Mike Pompeo dan penasihat keamanan nasional H.R. McMaster satu bulan sebelum Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pertemuan puncak G20 lalu di Hamburg, Jerman.

Pejabat dan analis mengatakan keputusan tersebut adalah konsesi utama AS.

Seorang pejabat mengatakan kepada the Washington Post bahwa langkah tersebut adalah “keputusan penting,” menambahkan bahwa “Putin menang di Suriah mengalahkan AS”.

Sedang menurut Charles Lister, seorang rekan di Institut Timur Tengah, menterjemahkan hal tersebut sebagai AS “jatuh ke dalam perangkap Rusia”.

“Kami membuat kelompok perlawanan moderat lebih dan lebih rentan. . . . Kami benar-benar memotong leher mereka,” tambahnya.

CIA mulai memasok senjata dan pelatihan kepada kelompok oposisi moderat yang menentang rezim Assad pada tahun 2013, di bawah Presiden Barack Obama.

Ilan Goldenberg, mantan pejabat pemerintahan Obama dan direktur Program Keamanan Timur Tengah di Center for a New American Security mengatakan kepada the Washington Post bahwa AS tidak dapat meninggalkan kelompok oposisi sama sekali.

“Ini adalah kekuatan yang tidak bisa kita lepaskan sepenuhnya. Jika mereka benar-benar mengakhiri bantuan kepada oposisi, maka itu adalah kesalahan strategis yang sangat fatal,” kata Goldbert.

Donald Trump sendiri telah dituduh berkolusi dengan Rusia selama kampanye kepresidenan 2016, yang telah menyebabkan penunjukan seorang jaksa khusus untuk melakukan penyelidikan kemungkinan hubungannya dengan Kremlin.

Dalam hal Suriah, Trump dan Putin sendiri berselisih mengenai Suriah. AS mendukung oposisi moderat yang berperang melawan rezim Syiah Assad sementara Rusia mendukung rezim Nushairiyah Assad.

sumber : JurnalIslam

Bagikan artikel ini :