Home Internasional Imam Masjd Al Aqsha Ditembak Polisi ‘Israel’ Usai Sholat Isya

Imam Masjd Al Aqsha Ditembak Polisi ‘Israel’ Usai Sholat Isya

991
0
Imam Masjd Al Aqsha Ditembak Polisi 'Israel' Usai Sholat Isya
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Al Quds ) — Imam besar Masjid Al Aqsha, Syekh Ikrimah Shabri, dilaporkan terluka ditembak tentara Yahudi pada Selasa (18/7/2017) malam, setelah menunaikan ibadah sholat Isya. Penembakan ini terjadi ketika polisi ‘Israel’ secara paksa membubarkan jamaah sholat Isya di Gerbang Asbath, salah satu pintu masuk ke dalam komplek Masjid Al Aqsha. Akibatnya selain Imam Syekh Ikrimah Shabri, puluhan warga terluka, demikian dilaporkan Masyarakat Bulan Sabit Palestina.

Imam Syekh Ikrimah Shabri langsung dibawa ke Rumah Sakit Al Maqassid di Al Quds Timur untuk mendapatkan perawatan intensif, namun kondisinya belum diungkapkan ke publik.

Tidak hanya Imam besar Masjid Al Aqsha yang menjadi korban sasaran keganasan aparat Yahudi, tim medis Bulan Sabit Merah juga ditembaki denga peluru gas air mata serta pukulan tongkat polisi.

Bulan Sabit Merah menyatakan bahwa pihaknya telah mengevakuasi salah satu korban luka kritis ke RS Maqashid, sementara 20 korban luka lainnya langsung ditangani di lapangan.

Dilaporkan setidaknya ada 3000 jamaah yang menunaikan shalat di gerbang Asbath. Usai shalat pasukan ‘Israel’ melepaskan tembakan ke arah mereka dengan peluru karet dan bom gas dan pukulan tongkat. Sementara kaum wanita membantu membagikan air kepada warga yang melakukan perlawanan.

Baca : Zionis Israel Pasang Metal Detector di Pintu Masuk Masjid Al Aqsha

Menteri Agama Turki Mehmet Gormez “mengecam keras” serangan tersebut dalam sebuah pernyataan Rabu di Twitter.

“Sementara geografi kita menghadapi rasa sakit yang luar biasa, insiden yang terjadi di Masjid Al-Aqsha dan sekitarnya telah membawa orang yang bijaksana untuk sangat khawatir. Saya percaya bahwa mereka tidak akan membiarkan Al-Aqsha memiliki takdir yang sama dengan Masjid Al-Khalil (Hebron)”, dia menulis sehubungan dengan pembantaian tahun 1994 di Masjid Ibrahim di Hebron dimana 30 jamaah shalat dibunuh oleh seorang teroris Yahudi kelahiran AS, seperti dilansir dari Kantor Berita Turki Anadolu Agency.

Penembakan terhadap Imam Sabri dan jamaah shalat tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Rafaat al-Herbawi, 30, tewas dalam demonstrasi di masjid tersebut saat ketegangan meningkat di Tepi Barat setelah ‘Israel’ memasang detektor logam di pintu masuk Al-Aqsha setelah baku tembak Jumat membuat lima orang tewas.

Baca : Hadapi Penutupan Masjid Al-Aqsha, Umat Islam Tidak Cukup Hanya Berdemo

Bentrokan sempat meluas ke perkampungan Kota Tua di Al-Quds dan perkampungan di sekitarnya, terutama setelah Israel melakukan kekerasan terhadap Jamaah shalat di isya di gerbang Al-Aqsha.

Selain di Gerbang Asbath, bentrokan juga terjadi di gerbang Huttah, wilayah Silawan, Raam, kamp pengungsi Sufat, perkampungan Ezeriyah dan Abu Des di Al-Quds pada Selasa malam. (ibr|Globalnews.co.id)

Bagikan artikel ini :