Home Teknologi Apa sih Beda Telegram dan WhatsApp

Apa sih Beda Telegram dan WhatsApp

526
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) — Pemblokiran Telegram baru saja dilakukan di Indonesia. Telegram sebagai aplikasi chatting menjadi aplikasi favorit untuk percakapan melalui internet secara aman. Ditambah lagi dengan kemampuan secret-chats untuk pembicaraan yang bersifat rahasia.

Telegram sendiri banyak digunakan karena dianggap mampu memberikan rasa aman bagi para penggunanya. Aplikasi bikinan perusahaan Rusia itu memang dilengkapi dengan teknologi enkripsi yang membuatnya sulit untuk diretas.

Soal kerahasiaan dalam ber-chatting, Telegram sebenarnya bukan satu-satunya aplikasi chatting gratis yang dibekali kemampuan tersebut. Ada satu lagi aplikasi populer lain yang punya kemampuan seperti itu, yakni WhatsApp.

Pertanyaannya, apa yang membedakan Telegram dan WhatsApp, terutama dari segi keamanan?

Telegram :
Telegram adalah aplikasi gratis buatan Rusia yang memungkinkan orang bertukar pesan, foto, dan video dalam kelompok, hingga 5.000 pengguna. Pendirinya adalah Nikolai Durov dan Pavel Durov.

Telegram didukung oleh Pavel dan Nikolai Durov. Pavel mendukung Telegram secara finansial dan ideologis sementara masukan Nikolai adalah teknologi.

Menggunakan teknologi enkripsi bikinan sendiri bernama MTProto. Protokol itu dikerjakan langsung oleh Nikolai Durov, salah satu pendiri Telegram.

Berbasiskan enkripsi AES 256-bit, enkripsi RSA 2048, dan Diffie-Hellman.

Teknologi enkripsi ini sangat dibanggakan oleh Telegram. Sampai-sampai, Telegram menawarkan hadiah uang sangat besar bagi yang mampu membobolnya.

Layanan chatting terenkripsi sudah digunakan sejak awal diluncurkan.

Menurut Perusahaan keamanan Fortinet, kelebihan Telegram dari segi keamanan adalah teknologinya yang open source. Oleh karena itu, enkripsi bisa dikembangkan beramai-ramai dan dari developer seluruh dunia.

Kelemahannya sendiri, Telegram menggunakan teknologi SHA1. Teknologi itu kurang begitu dipilih dibandingkan dengan SHA256.

Kelemahan lainnya, pesan yang terkirim di aplikasi Telegram disimpan di server milik Telegram. Meski begitu, Telegram mengklaim tidak akan mengakses data percakapan itu.

WhatsApp :

Didirikan oleh Jan Koum dan Brian Acton, yang saat ini sudah diakuisisi oleh Facebook.

Baru belakangan ini memakai layanan enkripsi.

Layanan enkripsi dari perusahaan bernama Open Whisper System.

Teknologi enkripsi yang digunakan di tiap layanan pun berbeda.
Untuk layanan pengiriman pesan, teknologi enkripsi yang digunakan bernama Signal Protocol dan layanan telepon menggunakan SRTP.

WhatsApp mengklaim tidak bisa melakukan dekripsi pesan yang sudah dienkripsi oleh sistem. Artinya, WhatsApp sendiri tidak bisa membaca pesan yang ada.

Ada beberapa laporan yang menyebutkan bahwa WhatsApp pernah menyerahkan data percakapan ke pemerintah negara tertentu.

Teknologi enkripsi yang digunakan, yakni Curve25519, dikatakan kurang banyak dipelajari seperti RSA.

sumber : blog.fortinet.com
editor : Ibrahim | GlobalNews.co.id

Bagikan artikel ini :