Home Daerah Mendikbud : Kebijakan Sekolah Lima Hari Tetap Diterapkan

Mendikbud : Kebijakan Sekolah Lima Hari Tetap Diterapkan

555
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Kediri )  — Kebijakan sekolah lima hari tetap akan diterapkan. Demikian dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat berkunjung SMP Pawyatan Daha Kediri, Jawa Timur, Ahad (16/7/2017). Dengan begini maka siswa akan menjalani delapan jam per hari, dengan alasan kebijakan ini ditujukan untuk guru bukan murid.

Kan mau ditingkatkan jadi Peraturan Presiden tidak hanya menteri (Peraturan Menteri), jadi akan lengkap dan mengakomodasi saran-saran,” demikian papar Muhadjir.

Muhadjir juga mengatakan, salah satu syarat pedidikan karakter bisa berjalan baik adalah keberadaan guru di sekolah secara mutlak. Dan salah satu yang dianggap menjadi masalah saat ini adalah beban kerja guru.

Dia menambahkan, akibat dari masalah itu menyebabkan sejumlah guru yang tidak memenuhi jam mata pelajaran atau yang jam pelajarannya terbatas misalnya PPKn, kesenian, agama, guru yang mengajar tidak mendapatkan tunjangan profesi.

Untuk tahun pelajaran 2017/2018 ini, guru telah diwajibkan memenuhi ketentuan beban kerja 40 jam per pekan. Ketentuan ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

baca : Siswa SMAN 8 Pekanbaru Raih Emas Olimpiade Kimia

“Guru yang terbatas jam pelajarannya tidak dapat tunjangan profesi kecuali mencari tambahan dari sekolah lain. Guru yang sudah cukup juga ikut-ikutan cari tambahan juga,” jelasnya.

Mendikbud kembali menegaskan, kebijakan sekolah lima hari itu dibuat ditujukan untuk guru. Beban kerja guru dialihkan seperti beban kerja pegawai negeri sipil, di mana PNS jam kerja efektifnya adalah 37,5 jam per pekan lima hari kerja.

“Kami diminta sikronkan hari libur sekilah dan pegawai agar ada waktu keluarga didik anaknya tidak sepenuhnya serahkan ke sekolah. Keluarga juga memiliki peran untuk tanamkan karakter. Juga diharapkan libur untuk berwisata, bisa menikmati keindahan alam dalam rangka membangun rasa kebhinekaan,” katanya.

Dengan demikian dibuatlah Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2017, perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, dimana salah satu materinya terkait dengan masa hari sekolah.

“Jadi saya tegaskan di sini, sebetulnya lima hari kerja, delapan jam itu adalah merujuk pada beban kerja guru, bukan pelajaran di sekolah. Dengan guru sama dengan bekerja PNS pada umunya, beban kerja itu tidak harus terpaku pada jam mengajar kelas” tegasnya lagi.[ibr|globalnews.co.id]

Bagikan artikel ini :