Home Teknologi CEO Telegram Tawarkan Solusi Pemblokiran ke Kemkominfo

CEO Telegram Tawarkan Solusi Pemblokiran ke Kemkominfo

523
0
Bagikan artikel ini :

Globalnews.co.id ( Jakarta ) – CEO Telegram Pavel Durov menawarkan tiga solusi pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia atas keputusan memblokir 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram.

Dalam channel resmi di Telegram, Durov menyatakan banyak dari pengguna awal aplikasi tersebut berasal dari Indonesia, dan kini angka sudah mencapai jutaan.

Dia mengaku sangat menyukai Indonesia. Bahkan dia pernah beberapa kali berkunjung dan memiliki banyak teman di negeri ini.

“Jadi saya kecewa saat mendengar Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memblokir Telegram di Indonesia. Ternyata Kemenkominfo baru-baru ini mengirim email pada kami berisi daftar channel publik yang isinya berkaitan dengan terorisme, dan tim kami tidak bisa memproses laporan itu secara cepat,” ujar Durov.

Baca : 14 Juli 2017 Telegram Resmi Diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika

Dia menyayangkan adanya miskomunikasi karena tidak mengetahui permintaan tersebut dari Kemkominfo. Oleh karena itu, Durov ingin memperbaiki situasi dengan tiga solusi.

Pertama, pihaknya telah memblokir semua channel publik yang berhubungan dengan teroris yang sudah dilaporkan oleh Kemkominfo.

Kedua, pihak Telegram telah membalas surel Kemkominfo untuk menjalin komunikasi langsung agar kelak bisa lebih efisien dalam mengindentifikasi dan memblokir propaganda teroris.

Ketiga, Telegram membentuk tim moderator yang memahami bahasa dan budaya Indonesia agar bisa memproses laporan berkaitan dengan konten terorisme lebih cepat dan akurat.

Durov menegaskan, Telegram sama sekali tidak berpihak pada teroris.

“Faktanya, setiap bulan kami memblokir ribuan channel publik dan melaporkan hasilnya di @isiswatch. Kami selalu mencoba lebih efisien dalam mencegah propaganda teroris dan selalu terbuka dengan ide baru agar bisa melakukannya lebih baik lagi,” katanya.

@ISISwatch sebuah channel Telegram yang berisi pemblokiran atas segala muatan ISIS ?
( This channel publishes daily updates on banned ISIS content. Report content via the in-app button or by emailing abuse@telegram.org )

Baca : Begini Kata Pavel Durov Seputar Pemblokiran Telegram Oleh Kominfo

Durov meyakini bahwa propaganda teroris bisa ditumpas tanpa harus mengganggu jutaan pengguna Telegram lain di Indonesia, dia juga menunggu balasan dari Kemkominfo atas email tersebut.

Sebelumnya pemerintah melalui Menkominfo menyatakan sudah melakukan

[inilahcom]

Bagikan artikel ini :